Beberapa dekade yang lalu, di Baoji, Kabupaten Fengxiang, hiduplah seorang wanita bernama Zhang Gai Gai. Meskipun Gai Gai tidak pernah bersekolah, ia menjalani kehidupan yang jujur dan bekerja keras. Di mata banyak orang biasa, dia dipandang bodoh. Ketika memasuki usia remaja, orangtuanya menikahkannya. Sayangnya, suaminya meninggal karena kecelakaan, dan dia harus mengurus dirinya sendiri. Untuk mencari nafkah, ia mendirikan warung di pinggir jalan untuk menjual minuman ringan.
Karena buta huruf, dia tidak pernah belajar berhitung, tidak paham tentang kembalian uang. Oleh karenanya ia membuka toko yang hanya menjual satu barang dengan satu harga, yaitu minuman dengan harga 2 sen, dan ia hanya mau dibayar dengan uang koin 2 sen. Mengapa begitu? Karena tidak pandai matematika, ia takut salah hitung kembalian, jadi dia pikir akan lebih baik apabila pembeli membayar dengan uang pas.
Setiap kali dia menerima ukuran koin yang lebih kecil
dari koin 2 sen, dia tidak akan menerima pembayaran itu. Jika dia menerima koin
lebih besar dari koin 2 sen, dia juga tidak akan menerimanya. Dia tepat dan
jujur dalam berdagangnya. Segera, kabar tentang metodenya yang aneh beredar
luas dan itu dianggap sebagai lelucon di antara penduduk setempat pada waktu
itu. Seiring waktu, nama Gai Gai akhirnya menjadi istilah akan kebodohan.
Setiap kali penduduk setempat memarahi seseorang, mereka akan menggunakan
istilah tersebut dengan berkata: “Kamu bodoh seperti Gai Gai”.
Sikap ini, bagaimanapun, tidak menghambat Gai Gai, dan yang mengejutkan
orang-orang, bisnis kecil Gai Gai menjadi sangat populer dan viral. Karena
tertarik, orang-orang akan mampir di kiosnya untuk mengamati metode
perdagangannya. Dia memiliki pelanggan yang khusus datang dari jauh hanya untuk
minuman 2 sen Gai Gai. Suatu hari, bahkan seorang tokoh terkenal di provinsinya
juga datang ke warung Gai Gai untuk minuman 2 sen-nya. Gai Gai menjadi terkenal
tidak hanya di Baoji, tetapi di seluruh Tiongkok Barat Laut.
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana gaya hidup jujur dan rendah hati Gai Gai dapat menuai hasil yang bermanfaat. Bahkan, tidak sulit untuk memahami kesuksesannya. Ketika berhadapan dengan orang yang jujur, seseorang merasa tenang tanpa khawatir ditipu atau dimanfaatkan, dan tanpa keraguan tentang niat baik orang tersebut. Aura orang jujur itu murni dan indah. Inilah yang paling menarik dan menyentuh orang. Kita semua pada dasarnya baik dan penyayang. Sebaiknya, apa yang kita kejar adalah kehidupan yang murni dan indah.
Bagaimana Tukang Kunci yang Tepercaya Dipromosikan
Ada seorang tukang kunci ahli yang telah memperbaiki kunci seumur hidupnya. Keahliannya yang tinggi dikembangkan dan dikuasai selama beberapa dekade. Dalam bisnis dan pribadi, dia sangat baik dan jujur. Ini membuatnya dihormati komunitasnya. Ketika tukang kunci mencapai usia lanjut, tiba saatnya baginya untuk pensiun. Dia memutuskan untuk meneruskan keahliannya ke generasi berikutnya. Untuk itu, ia mengambil dua pekerja magang dan mengajari mereka keterampilannya. Setelah beberapa waktu, tukang kunci memutuskan untuk memilih salah satu dari mereka sebagai penggantinya sehingga ia bisa memberikan semua keahliannya kepada pekerja magang itu. Setelah masa magang, ia memutuskan memberi mereka ujian.
Tukang kunci menyiapkan dua brankas dan menempatkan masing-masing di kamar yang berbeda. Dia kemudian memanggil pekerja magang pertama ke satu ruangan dan pekerja magang kedua ke kamar yang lain. Kedua peserta magang diminta untuk membuka brankas. Pekerja magang pertama membuka brankas dalam waktu kurang dari 10 menit, sementara pekerja magang kedua menghabiskan setengah jam membuka brankasnya. Semua orang yang hadir memuji pekerja magang pertama karena keahliannya yang luar biasa.
Tukang kunci dengan santai bertanya kepada pekerja magang pertama: “Apa yang ada di brankas?” Mata pekerja magang pertama bersinar dengan kegembiraan dan berkata: “Tuan, ada banyak uang di dalamnya yang dapat membuat mata orang terpesona”. Tukang kunci kemudian bertanya kepada pekerja magang yang kedua: “Katakan, ada apa di brankas?” Pekerja magang kedua ragu-ragu untuk waktu yang lama dan berkata: “Tuan, saya tidak melihat isi di dalamnya. anda hanya meminta saya untuk membuka kunci brankas. Tukang kunci tua itu sangat senang dan dengan serius menyatakan pekerja magang kedua sebagai penggantinya. Semua orang bingung dengan ini.
Kisah ini menceritakan bahwa dalam hidup anda harus fokus pada peningkatan karakter dan kemampuan anda, bukan pada ketenaran dan kekayaan. Anda tidak akan tersesat ketika anda dapat dipercaya, baik, dan baik hati. Ketika anda memiliki pikiran yang jernih dan bersih dalam melakukan sesuatu dengan jujur, ini akan menuai hasil positif dan kesuksesan dalam hidup. (visiontimes/bud/ch)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
