Budaya

Legenda Asal Usul Angpao

Asal Usul Angpao
Asal Usul Angpao

Dua minggu lagi Imlek, sudahkah menyiapkan Angpao? Menerima angpao dari orang yang lebih tua merupakan saat yang paling membahagiakan bagi anak-anak. Namun apakah Anda mengetahui asal usul tradisi angpao ini? Terdapat cerita menarik di baliknya.

Menurut legenda, pada zaman dahulu ada setan menakutkan yang disebut “Sui.” Setiap tahun pada malam tahun baru, setan itu akan datang untuk menyentuh kepala anak-anak yang sedang tidur sebanyak tiga kali. Karena ketakutan, si anak biasanya akan menangis keras, yang disusul dengan gejala sakit kepala, demam, dan mulai mengoceh tak karuan. Dan ketika gejala-gejala ini menghilang, anak tersebut akan menjadi bodoh.

Karena khawatir si iblis Sui akan mengganggu anak-anak mereka, para orang tua pun berjaga-jaga sepanjang malam tahun baru, dengan tetap menyalakan penerangan untuk mengusir setan. Ini adalah asal usul dari budaya “tetap terjaga” di malam Tahun Baru.

Sedangkan di sebuah kota bernama Jiaxing, terdapat sebuah keluarga bermarga Guan, yang baru memiliki anak ketika sudah berumur, sehingga anak tersebut menjadi sangat disayang oleh orang tuanya.

Pada saat malam tahun baru, karena takut iblis Sui akan datang, mereka membuat sang anak terjaga juga. Dan supaya anak itu tetap terjaga, mereka memberinya delapan koin untuk dimainkan. Anak itu pun segera asyik memainkan koin, ia membungkus koin dengan kertas merah, membuka bungkusan, dan kemudian membungkus dan membukanya lagi, berulang-ulang sampai dia kelelahan hingga akhirnya tertidur, dengan delapan koin yang dibungkus kertas merah itu tergeletak di samping bantalnya. Sedangkan pasangan suami istri Guan duduk di tempat tidur untuk tetap menjaga sang anak.

Pada tengah malam, berhembus angin kencang yang menghempaskan pintu sampai terbuka dan menyebabkan lampu penerangan mati mendadak. Dan tepat ketika si setan hendak mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala anak itu, berkas cahaya emas yang menyilaukan, memancar keluar dari dalam amplop merah. Setan itu pun takut dan melarikan diri.

Keesokan harinya, pasangan itu menuturkan tentang kejadian semalam kepada semua tetangga mereka. Sejak saat itu, mereka pun mulai melakukan hal yang sama. Dan sejak saat itu pula, anak-anak telah menjadi aman dan sehat tanpa masalah.

Ternyata delapan koin tersebut adalah perwujudan dari Delapan Dewa yang diam-diam datang untuk melindungi anak itu. Oleh karena itu orang-orang Tionghoa zaman dahulu menyebut uang yang dibungkus kertas merah (angpao) tadi sebagai “uang keberuntungan di hari Tahun Baru.” (epochtimes/yuxin/osc)

slot gacor

situs slot gacor