Kapanpun Anda mulai mengambil tanggung jawab sepenting homeschooling, Anda pasti akan menemui beberapa kali batu sandungan. Berikut beberapa kesalahan yang umumnya dilakukan para orang tua homeschooling.
Mengincar kesempurnaan
Anda hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak. Begitu Anda mengambil keputusan untuk homeschooling, Anda bertekad tidak akan mengacaukannya. Harus berjalan sempurna.
Tapi tunggu. Jangan mengincar kesempurnaan. Alih-alih, arahkan tujuan pada “hubungan”. Jalani jalur baru ini berdampingan bersama anak. Akan ada benturan dan sandungan di sepanjang perjalanan, tetapi Anda akan belajar sambil menjalaninya. “Buah” dari perjalanan ini akan bermunculan di sepanjang jalan yang dilalui. Hasil itu tak terhitung jumlahnya; beberapa bahkan tidak kasat mata. Namun yakinlah bahwa Anda sedang menuju kesana, dan bahwa alternatif-alternatif lain tidak dapat diperbandingkan.
Tidak fleksibel
Kebanyakan keluarga homeschooler perlu sedikit waktu untuk mencari tahu cara apa yang terbaik bagi keluarga mereka. Terkadang, dibutuhkan waktu satu tahun ajaran, atau lebih, untuk mempelajari dan menyesuaikan metode, sumber daya, jadwal, dan ritme.
Meskipun bagus memulai dengan sebuah rencana, namun itu mungkin hanya konsep kasar. Bersikaplah fleksibel dan jeli pada apa yang berhasil dan apa yang tidak, membuat perubahan-perubahan sambil menjalaninya.
Membandingkan homeschooling Anda
Anda sedang berselancar di Instagram mencari gagasan dan inspirasi mengenai homeschooling, dan beberapa menit kemudian (atau lebih, ehm), Anda menemukan diri Anda sedang menyalahkan diri sendiri karena tidak memiliki ruang sekolah yang mirip dengan desain Joanna Gaines atau karena tidak mengajar bahasa Latin pada anak Anda yang berusia 6 tahun atau karena tidak membangun masa kanak-kanak yang lepas dan bebas, hidup mandiri ala homestead.
Keunggulan dari homeschooling adalah tidak ada dua keluarga yang melakukannya dengan cara yang persis sama. Terlebih lagi, dalam keluarga Anda sendiri, Anda akan menemukan di setiap tahap kehidupan dan bahkan di setiap tahun ajaran akan terlihat dan terasa berbeda.
Jika Anda mengajarkan pada anak-anak agar menjadi anak yang baik hati dan penyayang dan Anda melihat pertumbuhan akademis dari waktu ke waktu ? Anda telah melakukannya dengan sangat baik. Berhentilah membanding-bandingkan dan ingatlah #Instagrambukanlahkehidupannyata.
Menjalani penderitaan
Oke, setelah Anda memilih kurikulum terbaik yang menurut internet Anda memerlukannya, namun Anda merasakan ketakutan setiap kali menggunakannya. Mungkin, kurikulum ini efektif bagi sebagian orang, tetapi jika Anda membencinya, menurut Anda bagaimana pengalaman itu bagi anak-anak?
Mereka berkata, “Jika mama tidak senang, tidak akan ada yang senang.” Kita perlu menggandakan perasaan itu untuk para mama (dan papa) homeschooling.
Pertimbangkan perbedaannya saat Anda antusias, ingin tahu, atau bahkan kagum dengan apa yang dipelajari. Saat ini, Anda sedang berada dalam suatu petualangan dan homeschooling sedang memerankan kualitas ajaibnya.
Tentu saja, tidak semua mata pelajaran memercikkan bunga api kegembiraan. Namun perhatikan, ketika Anda merasa terlalu bekerja keras atau sangat melelahkan saat melakukannya. Itu pertanda Anda perlu mengalihkan daya atau mengubah pendekatan Anda. Homeschooling adalah lari maraton, bukan lari jarak dekat, dan kita perlu membuat Mama senang untuk jangka waktu yang panjang.
Mencoba menduplikasi sekolah
Seringkali para homeschooling membutuhkan sedikit waktu dan pengalaman untuk memahami perbedaan mendasar antara sekolah dan homeschooling. Ada istilah untuk proses ini ? deschooling (meniadakan sekolah)? yang saya tulis baru-baru ini.
Homeschooling sangat bagus, sebagian karena memungkinkan anak mendalami subjek yang diminati lebih detil dan lama; menawarkan kecepatan belajar yang disesuaikan masing-masing anak; fokus pada tradisi keluarga dan relasi serta individualitas dari setiap anak; dan memberikan kebebasan sepenuhnya ? dimana dunia adalah ruang kelas Anda dan langit adalah batasnya.
Sekolah adalah kebalikannya ? mata pelajaran dibatasi pada jam pelajaran dan disela oleh bel sekolah, kurikulum diproduksi secara massal, akademis dirancang untuk memenuhi rata-rata siswa, dan semuanya distandarisasi. Sekolah difokuskan pada kelompok, menghambat kebebasan, dan membatasi potensi.
Meskipun tampilan, nuansa, dan praktik sekolah mungkin suatu hal yang paling akrab dengan Anda, ketahuilah bahwa perangkap itu memiliki sedikit hal, jika ada, yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran. Mereka yang mendapat banyak manfaat dari homeschooling akan mengesampingkan gagasan yang sudah mendarah daging tentang “sekolah”. (barbaradanza/theepochtimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
