Jiao zi (baca: ciao ze, semacam pangsit yang populer di Tiongkok Utara) adalah semacam makanan rakyat yang memiliki sejarah panjang dan amat digemari rakyat. Ada peribahasa, “Makan enak tak ada yang melawan jiao zi.”
Lebih-lebih saat Tahun Baru Imlek tiba, jiao zi bahkan menjadi semacam hidangan masa hari raya yang tidak boleh kurang selama musim tersebut. Ketika zaman Dinasti Nan Bei (420 – 581) tiba, Hun Tun dilukiskan berbentuk bulan sabit dan digemari banyak orang. Konon menurut Zhang Yi dari negeri Hui pada zaman Samkok (220 – 280 M), dalam buku karangannya yang berjudul Guang Ya, kala itu sudah sudah dikenal makanan menyerupai bulan sabit yang dinamakan “Hun Tun”, pada dasarnya ia sangat mirip dengan jiao zi zaman sekarang.
Menurut perkiraan, pada zaman itu jiao zi setelah direbus, bukannya dimakan terpisah, melainkan dicampur dahulu dengan sup kemudian disajikan ke dalam mangkuk. Cara makan seperti ini hingga sekarang masih lazim di sejumlah daerah daratan Tiongkok, seperti di Provinsi He Nan, Shan Xi dan lainnya. Saat memakan jiao zi, di dalam kuahnya dibumbui dengan peterseli, daun bawang cincang, kulit udang, bawang prei dan lainnya.
Sekitar masa Dinasti Tang (618 – 907 M), jiao zi sudah berubah sama persis dengan jiao zi zaman sekarang, bahkan cara makannya juga sama, ditiriskan dari dalam supnya dan dimakan satu per satu di atas piring.
Pada Dinasti Song (960 – 1279 M), jiao zi disebut Jiao Er, karena ia merupakan etimologi dari kata jiao zi yang dikenal sekarang. Penyebutan seperti itu masih bisa dijumpai di dalam literatur-literatur Dinasti Yuan (1206 – 1328 M), Qing (1616 – 1911 M) dan zaman Republik Awal (awal abad-20).
Di kalangan rakyat jelata tradisi memakan jiao zi sudah cukup populer pada zaman Dinasti Ming (1368 – 1644) dan Qing. Pada umumnya sebelum tengah malam Tahun Baru Imlek, jiao zi harus sudah selesai dibungkus (kulit adonannya yang terbuat dari tepung terigu) dan menunggu datangnya jam 0:00 – 2:00 (waktu Zi) baru dimakan, itu adalah langkah paling awal dari tanggal 1 bulan 1 berdasarkan kalender Imlek.
Menikmati jiao zi bersama keluarga bermakna “Merayakan berkumpulnya kembali keluarga” dan “Sukses di Tahun yang Baru”. (epochtimes/whs)
