Sejak ditetapkan pembatasan pada sektor usaha karena munculnya klaster perkantoran baru, beberapa perusahaan masih memberlakukan work from home pada sebagian atau semua pegawainya hingga saat ini. Bagi sejumlah orang, menjaga produktivitas tetap efektif dan efisien selama di rumah dapat dilakukan dengan cepat tanpa banyak “drama.” Namun bagi lainnya, banyak keterbatasan yang harus dihadapi, membuat beberapa aspek -meski tidak sampai ditanggalkan- menjadi sedikit terabaikan. Bahkan sebagian masih meraba-raba bagaimana formulasi yang tepat, tanpa harus menanggalkan salah satu tugas
Berbulan-bulan lamanya melakukan segala aktivitas di rumah, terkadang membuat seseorang menjadi jenuh. Rutinitas yang sebelumnya terbagi-bagi dalam beberapa tempat, tiba-tiba berbaur menjadi satu. Tidak hanya masalah aktivitas dan tempat, namun juga masalah waktu. Meskipun bekerja dari rumah juga memiliki keuntungannya sendiri, bahkan beberapa orang telah melakukannya jauh sebelum pandemi, namun bagi mereka yang “mendadak di rumah” tetap memerlukan adaptasi pada lingkungan dan suasana baru.
Jika saat ini Anda tetap dapat menyelesaikan semua tugas namun merasa sangat lelah, mungkin ini saatnya Anda memerlukan strategi baru yang dapat mencakup semua hal -setidaknya hal-hal penting- tanpa merasakan kelelahan dan mengabaikan salah satu.
Ada beberapa hal yang bisa dicatat dari para ahli. Berikut beberapa hal yang dapat kita perhatikan, antara lain:
Membentuk Ritme
Memasukkan ritme yang bagus dalam kehidupan sehari-hari akan membantu Anda memaksimalkan waktu dan energi, menurut Laura Vanderkam penulis “The New Corner Office,” dalam wawancara dengan The Epoch Times. Anda memerlukan “ritual” untuk membuka hari, melakukan pekerjaan “menantang” saat masih segar di pagi hari, beristirahat untuk mengisi energi kembali, dan menemukan cara untuk “mengakhiri” hari Anda.
Membentuk ritme akan membatasi pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Lakukan seolah-olah Anda sedang bekerja di kantor. Jika sebelumnya Anda telah siap berangkat pada 07.00, maka usahakan pada saat itu Anda telah siap untuk “berangkat.” Sebagai pengganti waktu “perjalanan,” mungkin Anda dapat melakukan “pemanasan” seperti membaca email atau melakukan review pada pekerjaan sehari sebelumnya, sebelum Anda “benar-benar” bekerja. Begitu juga saat “pulang.” Saat Anda telah menemukan cara untuk mengakhiri hari, Anda tidak akan merasa bersalah saat akan bersantai-santai di rumah atau melakukan pekerjaan ruah tangga lainnya.
Ritme ini juga membantu Anda menentukan kapan harus fokus pada pekerjaan, kapan harus melakukan pekerjaan rumah tangga, dan kapan harus beristirahat. Dengan demikian Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak terjebak dengan ritme yang maju mundur.
Menjaga pikiran jernih
Mempertahankan pikiran agar tetap jernih diperlukan untuk dapat berkonsentrasi penuh dan mengambil keputusan yang tepat. Kaisar Kangxi, salah satu kaisar terbaik dari Dinasti Qing keempat yang berbangsa Manchu melakukannya di pagi hari, pada dua jam pertama setelah bangun tidur dan empat jam sebelum tidur, seperti dituliskan dalam artikel “Emperor Kangxi, China’s First Efficiency Expert,” di laman Visiontimes.
Belajar dari Kaisar Kangxi, setelah bangun tidur di pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan aktivitas yang bersifat menenangkan. Selain melakukan aktivitas spiritual, Anda juga dapat melakukan aktivitas seperti meditasi atau hal-hal lain yang bersifat mindfullness (kesadaran penuh) untuk mempertahankan pikiran tetap jernih. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan pekerjaan yang lebih menantang.
Demikian juga di malam hari, Anda dapat melakukan aktivitas menenangkan dengan membaca buku atau membuat jurnal. Jika Anda memiliki anak usia dini, maka itu adalah saat yang tepat untuk membacakannya cerita penghantar tidur. Tidur yang nyenyak akan membantu Anda memulihkan dan mengisi energi untuk pekerjaan menantang pada keesokan harinya.
Aktivitas spritual semacam ini sangat membantu Anda dalam menyeimbangkan kehidupan Anda yang penuh dengan segala aktivitas, tugas, maupun pekerjaan yang dibebankan pada Anda dengan ketenangan penuh.
Fokus pada satu
Melakukan semua aktivitas di rumah sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Menghemat waktu dan biaya, lebih fleksibel, dan meningkatkan “ikatan” antar anggota keluarga adalah beberapa hal yang dapat diambil. Namun, jika tidak pandai mengaturnya, akan mudah hanyut dan terjebak dalam “kelonggaran” itu sendiri.
Maka, fokus pada satu tugas pada suatu waktu akan memudahkan Anda membentuk satu struktur. Ini banyak dialami oleh para wanita karier yang memiliki anak usia dini. Emma Freire dalam artikel 5 Tips for Working While Caring for Small Children dalam laman IntellectualTakeout.org, terutama menyorot pada hal “tidak bekerja dan menjaga anak di saat yang bersamaan,” Bagi Freire, hal ini kontraproduktif.
Memang melakukan beberapa pekerjaan sekaligus seolah-olah akan menyelesaikan banyak pekerjaan. Namun kebanyakan akan terjadi kontraproduktif. Melakukan banyak pekerjaan di pagi hari akan menyisakan banyak pekerjaan di malam hari, karena umumnya tidak dapat diselesaikan bersamaan. Maka, Anda akan mengambil waktu beristirahat di malam hari. Ini tidak menguntungkan Anda, karena Anda memerlukan istirahat yang cukup untuk melakukan segala hal menantang lainnya di keesokan paginya. Jika Anda sering kali demikian, mungkin ini saatnya berubah karena Anda tidak akan mendapatkan apa-apa.
Konsisten
Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan. Jika Anda merasa belum memiliki ritme, segera bentuklah struktur yang sesuai dengan ritme Anda. Pastikan ritme yang telah Anda sepakati tersebut, dilakukan setiap hari secara konsisten. Memulai memang sulit, namun menjaga agar tetap konsisten juga tidak mudah.
Namun yang pasti, segala perubahan yang dilakukan demi kebaikan, tidak akan merugikan sama sekali. Bahkan, misalpun Anda diminta kembali bekerja secara penuh besok hari, struktur dan ritme ini masih dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (ntdindonesia/averiani)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
