Penyesalan adalah topik besar dalam terapi. Orang-orang berbicara dengan kemarahan dan kesedihan atas pilihan yang telah mereka buat. Mereka menyesali diri sendiri, sangat kecewa karena keputusan “buruk”-nya telah membawa kerugian besar bagi mereka. Berulang-ulang menyalahkan diri sendiri, tanpa ampun, untuk keputusan yang tidak memberikan hasil yang mereka inginkan dan berharap waktu dapat diputar kembali.
Banyak orang memiliki persepsi bahwa hidup itu seperti labirin, teka-teki yang sudah ada sebelumnya di suatu tempat di luar mereka. Pilihan tertentu akan menuntun mereka menuju kebahagiaan dan belokan lainnya akan membawa mereka ke jalan buntu — atau lebih buruk lagi, ke sungai keputusasaan. Kehidupan yang baik menanti, dan mereka akan mendapatkannya jika dan hanya jika mereka membuat semua pilihan yang benar di sepanjang jalan. Tetapi jika mereka membuat pilihan yang salah, mereka akan kehilangan apa yang seharusnya menjadi milik mereka karena tersedia untuk diambil.
Banyak orang membayangkan bahwa ada pilihan benar dan salah yang harus dibuat dalam setiap situasi, dan benar dan salah ditentukan oleh hasil yang mengikuti. Bagaikan sebuah pertunjukan game, jika memilih pintu pertama, Anda akan mendapatkan uang seratus juta rupiah, sedangkan pintu kedua isinya Zonk. (kosong).
Sebenarnya, untuk setiap pilihan yang kita buat dalam hidup, kita menggunakan pengalaman, informasi, dan niat yang tersedia bagi kita pada saat itu. Kita membuat keputusan dalam upaya mencapai tujuan yang kita inginkan dengan sumber daya yang kita miliki saat itu. Kehidupan kemudian berkembang seperti itu; menjadi apa adanya sebagian sebagai hasil dari pilihan kita.
Dengan setiap pilihan yang kita buat, kita berubah, kita menjadi seseorang yang berbeda. Siapa kita adalah hasil penyulingan dari semua pengalaman. Setiap keputusan yang kita buat memberi tantangan dan perolehan yang berbeda. Terkadang tantangan lebih besar dari apa yang kita anggap sebagai hadiah, dan terkadang sebaliknya.
Meskipun tampaknya kita bisa memilih sesuatu selain yang kita pilih, ini adalah kepercayaan yang sepenuhnya salah. Ide ini menciptakan penderitaan yang luar biasa. Satu-satunya pilihan yang bisa kita buat adalah pilihan yang kita buat sendiri, karena itulah keputusan kita. Tidak ada potensi untuk meninjau kembali keputusan itu. Menyiratkan bahwa kita dapat memilih jalan yang berbeda adalah dengan membayangkan bahwa kita dapat menjadi seseorang yang berbeda dari diri kita pada saat itu. Tapi itu bukanlah kenyataan.
Ketika pilihan yang kita buat akhirnya mengarah pada situasi yang tidak diinginkan, pilihan yang membawa kekecewaan atau penderitaan. Namun pilihan itu membuat kita memetik pelajaran dan kesempatan untuk tumbuh menjadi diri kita sekarang.
Alih-alih memusatkan perhatian Anda pada penyesalan akan pilihan yang seharusnya Anda buat atau apa yang seharusnya Anda lakukan saat membuat pilihan tersebut, alihkan perhatian Anda pada apa yang ada di sini sekarang untuk dipelajari dan dialami.
Sadarilah kebijaksanaan Anda sebagai gabungan dari semua yang telah Anda jalani selama ini, baik itu pilihan yang “benar” ataupun “salah”. Alih-alih membayangkan terus kehidupan yang seharusnya Anda jalani seandainya Anda membuat pilihan yang berbeda yang kenyataannya tidak sama dengan yang Anda jalani sekarang, hadapi kehidupan Anda saat ini. Syukuri apa yang telah ada dan rencanakan lebih baik langkah ke depan, berdasarkan hasil pengamatan atas pengalaman hidup yang Anda petik.
Daripada menggunakan energi Anda untuk menyiksa diri sendiri, untuk menimbulkan kebencian pada diri sendiri atas keputusan yang Anda buat ketika Anda seharusnya memilih sebaliknya, maafkan diri Anda, seperti kata pepatah “forgive the past, live in the present”. Ingatkan diri Anda bahwa terlepas dari bagaimana hal itu terjadi dengan semua kehidupan yang tidak terkendali, niat Anda adalah membawa kebahagiaan bagi diri Anda sendiri. (epochtimes/nit)
Nancy Colier, seorang psikoterapis, pendeta lintas agama, penulis, pembicara publik, dan pemimpin lokakarya. Colier tersedia untuk psikoterapi individu, pelatih- an kesadaran, konseling spiritual, berbicara di depan umum, dan lo- kakarya, dan juga bekerja dengan klien melalui Skype di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi NancyColier.com
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
