Dokter Alex Meza dan istrinya Carol berkesempatan menyaksikan pertunjukan seni Shen Yun di St. Louis, kota yang dikenal sebagai Gerbang Menuju Barat, dan meninggalkan gedung teater dengan suasana hati yang lebih dari sekadar terhibur. “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan untuk mengenal budaya Tiongkok,” kata Meza.
Alex Meza, seorang ahli anestesi dan istrinya, Carol Meza juga seorang dokter medis, menyaksikan pertunjukan Shen Yun Performing Arts – North American Company di Stifel Theater pada 9 Februari malam.
Misi Shen Yun adalah untuk menghidupkan kembali budaya Tiongkok tradisional. Menurut situs webnya (shenyun.com), setiap program “menampilkan penari-penari klasik terlatih di dunia, orkestra unik yang memadukan instrumen Timur dan Barat, dan latar belakang animasi yang mempesona — keseluruhannya menciptakan pertunjukan yang spektakuler.”
Sebagian besar tradisi kuno Tiongkok ini telah hilang atau ditindas oleh rezim komunis sejak mereka mengambil alih kekuasaan pada tahun 1949.
“Benar-benar memilukan ketika mengetahui bahwa (kebudayaan tradisional) yang membanggakan ini tidaklah diperbolehkan bagi orang-orang Tiongkok Daratan,” kata Meza. “Ini adalah hadiah yang luar biasa bagi kami … Ini bukan sekadar hiburan, ini adalah pendidikan — pertunjukan itu dilakukan dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang sehingga menginspirasi kami. Kami berterima kasih atas pengalaman ini.”
Pertunjukan Shen Yun terdiri dari sekitar 20 rangkaian acara yang menampilkan kisah-kisah dari sejarah maupun kesusastraan Tiongkok 5.000 tahun yang lalu hingga saat ini.
Meza mengemukakan kisah saat ini yang menggambarkan penganiayaan terhadap orang-orang beragama di Tiongkok sangatlah menyentuh dirinya. Berbagai kelompok masyarakat masih dianiaya karena keyakinan mereka hingga tahun 2019.
“Falun Dafa sekarang sedang dianiaya. Orang-orang akan mengerti bahwa komunis-lah yang melakukannya, ini bukanlah oleh Tiongkok tetapi (oknum) manusianya. Dan orang-orang seperti [praktisi] Falun Dafa, penganut Kristen, dan lainnya yang ingin membawakan cinta kasih dan dunia yang lebih baik, malahan dianiaya,” tutur Meza.
Falun Dafa adalah latihan meditasi damai yang didasarkan pada prinsip-prinsip sejati, baik, dan sabar. Rezim komunis di Tiongkok secara brutal telah menganiaya praktisi Falun Dafa sejak 1999.
“Jadi, hari ini Falun Dafa di Tiongkok yang dianiaya. Besok, di mana lagi akan terjadi?” Meza berkomentar. Dia merasa perlu ada kesadaran budaya untuk masalah-masalah seperti ini. “Jangan berpura-pura tidak tahu. Jika anda membiarkan, maka penganiayaan berikut akan terjadi. Setiap orang harus mengatakan ‘hentikan.’ Jadi, pertunjukan ini adalah awal dan edukasi yang baik.”
Dokter Meza percaya bahwa Shen Yun pasti akan membuat perubahan. Dalam Shen Yun dan budaya tradisional otentik yang disajikan, ia juga melihat alasan untuk optimis.
Dia berkomentar, “Sangat indah, ini menceritakan apa yang bisa kita lakukan sebagai manusia. Ini memberi kesan luar biasa tentang apa yang bisa dilakukan manusia jika mereka diizinkan menjadi yang terbaik.”
“Sangat menyentuh … sangat spiritual, saya sangat senang berada di sana. Luar biasa, sangat sempurna,” tambahnya.
Meza menggambarkan penampilan penari Shen Yun bagaikan tukang kebun yang tengah menanam benih kapan saja mereka pentas.
“Ini seperti menyebar benih. Beberapa akan tumbuh. Jadi terus saja lakukan. Cantik, luar biasa, dan itulah sebabnya mengapa (Shen Yun) adalah hadiah luar biasa bagi kami, dan kami sangat berterima kasih. Ini adalah dunia yang sulit. Ketika anda membawakan keindahan, keanggunan dan ini, semua orang mendapat manfaat, semua orang mendapat manfaat,” demikian Meza menutup wawancara.
(theepochtimes/catherine wen+andrew darin/bud/kar)
