Budi Pekerti

Masa Lalu dan Masa Depan

Mengarungi Hidup (©freepik)
Mengarungi Hidup (©freepik)

Suatu hari, seorang pemuda mendatangi seorang Guru. Dia berkata, “Guru, saya datang dari jauh dan telah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan berat. Saya kesepian, menderita dan sangat kecewa dalam hidup saya.”

Sang Guru mengajak anak muda ini untuk mengikuti langkahnya.

Mereka berjalan sebentar dan tiba di tepi sebuah sungai kecil. Di tepi sungai itu ada sebuah perahu sampan kecil, sang Guru naik ke atas sampan tersebut.  Si Pemuda itu pun ikut naik ke atas sampan, dan mereka menyeberangi sungai tersebut. Ketika sampai di seberang, mereka berdua turun dari sampan ke tepian.

Kata sang Guru: Kita sudah sampai, sekarang pikullah sampan ini, dan kita akan melanjutkan perjalanan kita.

Pemuda itu kaget dan protes: “Sampan ini begitu berat, mana kuat saya memikulnya.”

“Benar sekali katamu itu, ketika kita menyeberangi sungai, sampan ini sangat berguna dan besar artinya bagi kita. Namun ketika sudah siap meneruskan perjalanan kita berikutnya, sampan ini hanya akan menjadi beban saja. Kita harus meninggalkannya di tepi sungai, kalau tidak, sampan ini hanya akan memberatkan langkah kita.”

Begitu juga dengan kehidupan kita, ingatlah bahwa penyesalan, kegagalan, tangisan, air mata, semuanya sangat berguna dalam kehidupan kita. Semua itu membuat kita tabah dan kuat menghadapi tantangan hidup di masa depan. Namun pada saat kita ingin melangkah maju, kalau kita tidak melepaskan hal-hal tersebut, maka itu hanya akan menjadi beban langkah kita. Letakkanlah beban itu! Kehidupan akan menjadi lebih ringan.”

Si Pemuda mengikuti perintah sang Guru, dan melanjutkan perjalanan.

Beberapa jauh kemudian sang Guru menanyakan perasaan si Pemuda ini. Sang pemuda berkata: “Kini rasanya langkahku begitu ringan dan cepat. Aku baru sadar bahwa kehidupan sebenarnya bisa dijalani dengan begitu sederhana.”

Ingatlah Nak, “Orang berhasil pasti pernah jatuh dan gagal dalam hidupnya, tetapi mereka tidak terus menerus membawa beban tersebut di pundaknya.”

Masa lalu memang tak dapat dirubah, tapi masa depan masih dapat anda perbaiki, yuk, kita Move On dan ayunkan langkah baru. (epochtimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI