Budi Pekerti

Kisah Kuno tentang Kebijaksanaan: Sebuah Batu Di Jalan

Sebuah Batu Di Jalan (Sumber: Sound of Hope Radio Network via Michael Anderson)
Sebuah Batu Di Jalan (Sumber: Sound of Hope Radio Network via Michael Anderson)

Alkisah ada seorang hartawan pria yang tinggal di sebuah kastil indah di dekat sebuah desa. Dia mencintai orang-orang yang tinggal di desa, dan dia mencoba membantu mereka.

Dia menanam pohon yang indah di dekat rumah mereka, dan membuat piknik untuk anak-anak mereka, dan setiap Natal dia memberi mereka pohon Natal. Tetapi orang-orang itu tidak suka bekerja. Mereka sangat tidak bahagia, karena mereka juga tidak bisa kaya—seperti teman mereka di kastil.

Suatu hari, pria kaya itu bangun di pagi buta dan meletakkan sebuah batu besar di jalan yang melewati rumahnya. Kemudian dia bersembunyi di balik pagar dan menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi.

Tiba-tiba, seorang pria miskin datang dengan mengendarai seekor sapi. Dia mengumpat karena batu itu menghalangi jalannya, dia berjalan melewatinya, dan melanjutkan jalannya. Kemudian seorang petani datang, dalam perjalanan ke pabrik. Dia juga mengeluh karena batu itu ada di sana; tapi dia juga melewatinya dan melanjutkan perjalanannya. Hari berlalu. Setiap yang datang mengeluh karena batu itu tergeletak di jalan, tetapi tidak ada yang menyentuhnya.

Akhirnya, tepat menjelang malam, seorang anak tukang giling lewat. Dia adalah seorang pekerja keras, dan sangat lelah, karena sejak pagi dia sibuk bekerja di pabrik. Namun dia berkata dalam hati, “Hari hampir gelap; seseorang mungkin jatuh di atas batu ini di malam hari, dan mungkin terluka parah. Aku akan memindahkannya dari jalan.”

Jadi dia menarik batu berat itu. Sulit untuk digerakkan, tetapi dia berusaha menarik, mendorong, dan mengangkatnya sampai akhirnya dia berhasil menggeser batu itu. Secara mengejutkan, dia menemukan sebuah tas tergeletak di bawah batu. Dia mengangkat tas tersebut. Tas itu berat, di dalamnya penuh dengan emas. Di atas tas tertulis, “Emas ini milik orang yang memindahkan batu!”

Anak laki-laki itu pulang dengan hati gembira, dan orang kaya itu kembali ke istananya. Dia sungguh senang, karena telah menemukan seseorang yang tidak takut untuk melakukan hal-hal berat. (eva/theepochtimes)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.


VIDEO REKOMENDASI