Budi Pekerti

Untuk Ketenangan Pikiran

Ketenangan pikiran (Screenshot @Storyblocks)
Ketenangan pikiran (Screenshot @Storyblocks)

Kisah nyata ini terjadi di Amerika. Pada suatu malam di bulan Januari 2007, Sonant menyetir sebuah mobil Ford dari Portland untuk menanda tangani sebuah kontrak pembelian. Karena ini adalah hasil lebih dari tiga bulan setelah negosiasi yang sulit untuk mendapat kontrak ini, Sonant sangat bahagia, terbang sepanjang jalan.

Ketika dia memarkirkan mobilnya, dari sinar lampu jalan, Sonant menyadari di sebelah kanan roda nya ada sebuah bercak, ketika dia mendekati ban mobilnya tercium bau amis darah. Sonant menjadi tegang, apakah tadi dia telah menabrak orang? 

Dia berulang kali berpikir, tampaknya tidak ada kesan dia melanggar seseorang atau benda. Tetapi  karena khawatir, dia segera masuk ke dalam mobil, menghidupkan mesinnya dan berbalik ke jalan yang tadi dilewati untuk melihat. Pada saat ini mitra bisnis yang menunggu menanda tangani kontrak melalui ponsel mendesaknya segera bertemu.

Sonant dengan terpaksa menjelaskan bahwa dia mempunyai hal penting yang harus segera diselesaikan,  dia akan segera tiba. Tetapi mitra bisnisnya dengan tidak sabaran memakinya, “Persetan dengan Anda, Anda tidak tepat waktu!” lalu memutuskan ponselnya. Sonant tertegun sesaat, ini adalah kontrak 3 juta dollar! Tetapi , dia memutuskan segera menjalankan mobilnya mencari.

Pada malam yang berkabut, Sonant sambil menyetir mobilnya sepanjang jalan memandang ke jalan. Akhirnya dia melihat seseorang yang terbaring disana. Dia bergegas menghentikan mobilnya.

Seorang gadis muda yang berusia sekitar 13 tahun terbaring pingsan di pinggir jalan. Kepalanya terluka, darah mengalir keluar sepanjang jalan. Sonant bergegas membawa gadis kecil ini ke rumah sakit. Setelah pertolongan pertama, gadis kecil ini terlepas dari marabahaya, tetapi masih koma.

Polisi segera menghubungi  orangtua gadis tersebut, orangtua yang sedih ini dengan marah memaki Sonant.  Sonant tidak memberi penjelasan, hanya dengan sabar menahan. Orang rumahnya mengatakan dia bodoh, karena tidak ada bukti yang membuktikan dia pelakunya, kenapa harus bertanggung jawab?” 

Tetapi Sonant tidak memberikan lebih banyak penjelasan, dia bahkan menanggung biaya pengobatan biaya gadis kecil yang bernama Catherine tersebut.

Gadis kecil itu koma selama 26 hari, menghabiskan biaya pengobatan 38.000 dollar. Yang sangat menggembirakan adalah pada hari ke 27, akhirnya ia siuman, serta menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

Ketika pada hari naas tersebut, ketika pulang ke rumah, dia ditabrak oleh sebuah sepeda motor yang berkecepatan tinggi. Rupanya noda darah di ban mobil Sonant berasal dari darah Catherine yang mengalir sepanjang jalan.

Semuanya sudah jelas. Ketika ditanya oleh orangtua Catherine, Sonant dengan sederhana berkata, “Saya hanya berpikir, jika pada saat itu saya tidak berbalik untuk melihat, seumur hidup saya tidak akan memiliki ketenangan di hati.

Semua ini saya lakukan hanya demi ketenangan hati saya, saya tidak pernah menyesal. Uang bisa dicari lagi, tapi bila seumur hidup saya gelisah, apa gunanya?”

Memang, ketenangan pikiran adalah titik awal dari kehidupan seseorang , hanya dengan ketenangan pikiran, akan membuat hidup kita lebih bahagia dan bebas, seperti kisah Sonant ini.(minghui school)

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor