Budaya

Yin dan Yang: ‘Laki-Laki di Kiri, Wanita di Kanan’

Yin Yang (Brett Jordan @Pexels)
Yin Yang (Brett Jordan @Pexels)

Pangu adalah tokoh sentral dalam legenda penciptaan Taois Tiongkok. Dia membentuk bumi dengan memahat lembah dan menumpuk gunung. Semua ini dicapai dari pengetahuan Pangu tentang Yin dan Yang, prinsip dualitas yang tak terhindarkan dalam segala hal.

Pangu, manusia pertama, dikatakan muncul dari kekacauan (sebuah telur) dengan dua tanduk, dua gading, dan tubuh berbulu. Beberapa mencatatnya sebagai pemisahan langit dan bumi, pengaturan matahari, bulan, bintang, dan planet-planet pada posisinya, dan membagi empat lautan.

Menurut buku Yu Yun Nian Li Ji karya Xu Zheng, matahari dan bulan berubah menjadi dua mata Pangu. Sementara matahari adalah mata kiri, bulan adalah mata kanan. Ini melahirkan tradisi asli Tiongkok “laki-laki kiri, perempuan kanan”.

Yin dan Yang

Tradisi “laki-laki di kiri, perempuan di kanan” juga memiliki hubungan erat dengan filosofi Tiongkok. Secara tradisional, dua sisi yang berlawanan berada dalam Yin dan Yang lengkap. Tiongkok kuno mengklasifikasikan item panjang, besar, kiri, dan atas sebagai yang dan sebaliknya (pendek, kecil, kanan, dan bawah) sebagai Yin.

Sementara Yin lemah dan lembut, Yang kuat dan tegas. Ketika datang ke temperamen, seorang pria lebih seperti yang, kiri, sementara seorang wanita lembut dan lebih seperti yin, kanan.

Bahkan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dokter memeriksa denyut nadi kiri untuk pria dan denyut nadi kanan untuk wanita. Kebiasaan ini mungkin tidak ada hubungannya dengan budaya lain, tetapi orang-orang asal Tiongkok masih menganutnya sampai sekarang.

Teori yin dan yang berasal dari aliran Tao. Misalnya, diyakini bahwa benda-benda yang menghadap matahari dianggap sebagai yang dan sebaliknya adalah yin. Namun, konsep ini menemukan perluasannya di lokasi, iklim, keadaan gerak, dan sebagainya.

Semua Hal di Alam

Semua hal di alam memiliki dua sisi berlawanan yang hidup berdampingan. Sementara kedua belah pihak saling melengkapi, itu juga merupakan kesatuan yang berlawanan. Pergerakan yang terjadi bersama-sama menyebabkan evolusi, penjelmaan, kematian, dan perubahan. Yin dan yang melambangkan langit dan bumi, ibu dari perubahan, dan awal dari kehidupan dan kematian.

Yin dan yang akan menjelaskan hal yang berlawanan dan menganalisis dua sisi yang berlawanan dari hal yang sama. Hal-hal yang ada di luar, panas, ke atas, cerah atau kuat dianggap yang. Yin adalah hal-hal yang ada di dalam, dingin, ke bawah, tenang, dan lemah.

Perbandingan dapat diilustrasikan dengan langit dan bumi juga. Karena langit cerah dan terang, itu dianggap yang. Di sisi lain, tanah (bumi) keruh dan berat, dianggap sebagai yin. Hal yang sama berlaku untuk api dan air. Air adalah yin, karena dingin dan damai; api adalah yang, karena menyala dan panas.

Seperti banyak teori tradisional, yin dan yang mengklaim bahwa api, kayu, tanah, air, dan logam. Lima elemen fundamental mewakili hubungan antara berbagai perubahan. Kelima elemen ini berada dalam gerakan dan perubahan yang berkesinambungan, yang mengarah pada keadaan yang saling melengkapi dan saling membatasi.

Bagan Tai Chi

Ada deskripsi menarik dalam bagan Tai Chi oleh Zhou Dunyi. Ini menunjukkan bahwa ketika ada kekosongan tanpa batas, Tai Chi dihasilkan. Yang dihasilkan dari gerakan Tai Chi.

Sekali lagi, ketika ada gerakan ekstrem, itu berubah menjadi keheningan, dan dari keheningan ini, yin muncul. Demikian pula, ketika ada keheningan yang intens, itu berubah menjadi tindakan, dan itu berlanjut. Keheningan dan gerakan ini berasal dari satu sama lain. Yin dan yang berdiri sebagai kebalikan.

Hasilnya adalah yin dan yang dihasilkan dari Tai Chi, dan melalui interaksi mereka, berbagai hal lahir, dari mana banyak hal lain dihasilkan, dan perubahan tak terbatas terus terjadi.

Oleh karena itu, dalam budaya tradisional, yin dan yang merupakan konsep dasar yang tidak dapat diabaikan oleh siapa pun.(nspirement)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI