Pada tahun 1864 ketika perang saudara Amerika berakhir, seorang wartawan Perancis yang bernama Marvell pergi mewawancarai Lincoln.
Wawancara mereka adalah sebagai berikut :
Reporter : Sejauh yang saya tahu, Pierce dan Buchanan ( Catatan : Kedua mantan presiden) telah memikirkan penghapusan perbudakan, ” Proklamasi Emansipasi ” pada masa pemerintahan mereka telah ada draftnya, tetapi mereka tidak mengambil pena untuk menandatanganinya. Mereka melakukan demikian, apakah karena mereka ingin meninggalkan tugas ini demi ketenaran bapak presiden saat ini?”
Lincoln: “Mungkin mereka mempunyai maksud demikian. Tetapi jika mereka pada saat itu timbul sedikit keberanian mengangkat pena menandatangani. Maka mereka tidak akan demikian tertekan.”
Wawancara ini berlangsung dalam perjalanan Lincoln ke Berlin, sebelum Marvell melanjutkan pertanyaan yang lain, kereta kuda Lincoln telah berjalan pergi. Oleh sebab itu Marvell tidak mengerti apa arti dari ucapan Lincoln tersebut.
Sampai pada tahun 1914, ketika Lincoln sudah meninggal 50 tahun kemudian, Marvell baru mendapatkan jawaban tersebut melalui surat yang ditulis Lincoln untuk temannya, di surat ini Lincoln menceritakan pengalamannya ketika masih kecil.
“Ayah saya mempunyai sebuah peternakan di Seattle, tanah peternakan ini ada banyak batu. Justru karena ini, ayah saya bisa membelinya dengan harga yang lebih rendah dan suatu hari ibu saya menyarankan kepada ayah menghilangkan batu-batu tersebut. Ayah berkata, itu adalah gundukan bukit batu kecil, yang bergandengan dengan gunung-gunung batu besar didekatnya
Pada suatu hari ketika ayah pergi ke kota membeli kuda, ibu membawa kami ke ladang melakukan pekerjaan. Ibu berkata, “Mari kita memindahkan batu yang menghalang pekerjaan kita ke tempat lain” Dan mereka mulai bekerja memindahkan batu-batu tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka telah menyapu bersih batu-batuan tersebut, karena batu-batuan tersebut bukan seperti yang dibayangkan oleh ayah mereka sebuah bukit kecil; dia hanya terdiri dari potongan-potongan batu, setelah dikorek beberapa centimeter, mereka telah dapat dipindahkan.
Di akhir suratnya Lincoln menulis, mengatakan alasan mengapa beberapa hal beberapa orang tidak melaksanankannya, hanya karena mereka pikir mustahil. Sebenarnya, ada banyak kemustahilan hanya berada dalam imajinasi manusia saja.
Setelah selesai membaca surat ini, Marvell pria tua yang telah berusia 76 tahun ini, dalam tahun tersebut memutuskan akan belajar bahasa Mandarin. Dikatakan pada tahun 1917 dalam perjalanannya di Guangzhou dengan fasih menggunakan bahasa Mandarin mewawancarai Dr. Sun Yat Sen.(minghui school)
Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini
VIDEO REKOMENDASI
