Budi Pekerti

Bunga untuk Yang Hidup

©freepik
©freepik

Suatu hari seorang pria singgah ke sebuah toko bunga untuk memesan buket untuk dikirim ke tempat ibunya yang jauh. Ketika hendak melangkah masuk ke dalam toko, dia melihat seorang gadis kecil yang sedang menangis di trotoar.

Dia berjalan ke arahnya dan bertanya, “Mengapa kamu menangis?” Gadis kecil itu menjawab: “Aku ingin membelikan ibuku setangkai mawar, tapi uangku tidak cukup.” Mendengar itu, si pria merasa sedih, dia menggandeng tangan si gadis kecil dan masuk ke toko bunga. Dia memesan buketnya dan juga membelikan gadis kecil itu setangkai mawar.

Ketika mereka keluar dari toko, dia menawarkan diri untuk mengantar si gadis kecil pulang. “Apakah kamu yakin?” Tanya si gadis. “Tentu saja,” jawab si pria. Gadis itu kemudian bertanya, “Bisakah kamu mengantarku ke tempat ibuku saja, tetapi dia tinggal jauh dari sini.” “Seharusnya aku tahu,” ujar si pria sambil bercanda.

Mereka berkendara keluar kota sepanjang jalan pegunungan yang berliku sebelum berhenti di sebuah pemakaman. Gadis kecil itu keluar berjalan di antara batu nisan dan berhenti di depan sebuah kuburan kecil di sudut pemakaman. Itu adalah kuburan ibunya yang meninggal sebulan yang lalu. Dia meletakkan setangkai mawar di kuburan ibunya dan untuk menyatakan kasihnya dan berdoa untuk sang ibu.

Setelah mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah, pria itu kembali lagi ke toko bunga. Dia mengubah pesanannya dan alih-alih meminta toko untuk mengirimkan buket bunganya, dia memutuskan untuk mengantarkan buket bunga itu kepada ibunya sendiri meskipun dia tinggal beberapa mil jauhnya. Dia hanya ingin melihat wajah ibunya yang tersenyum ketika dia memberikan bunga-bunga itu.

Kisah sederhana ini memberi tahu kita bahwa lebih baik menunjukkan kasih kita kepada orang-orang yang kita sayangi saat mereka masih hidup daripada ketika mereka telah tiada. (visiontimes/the/eva)

slot gacor

situs slot gacor