Budaya

Asal Usul 12 Nama Binatang Dalam Kalenderisasi Tiongkok (Shio)

Kalenderisasi Tiongkok (Image: woodpeace1/pixabay)
12 binatang dalam penanggalan Tiongkok (Image: woodpeace1/pixabay)

Pada zaman dahulu kala, Kaisar Nefrit (penjaga istana surga) ingin merayakan hari ulang tahunnya. Sayangnya, ketika itu tidak ada cara menghitung waktu maka beliau tidak bisa mengeta­hui berapa usianya. Kaisar Nefrit kemudian memu­tuskan untuk membuat metode perhitungan waktu.

Beliau mengutus seorang pengawal turun ke bumi untuk mengumumkan bahwa akan diadakan lomba bagi para binatang dan akan disediakan hadiah ke­pada 12 pemenang.

Saat hari perlombaan tiba, Kaisar datang men­gendarai kereta emas. Kai­sar berdeham sejenak sebe­lum memulai pembicaraan, para binatang pun terdiam. “Perlombaan kali ini adalah menyeberangi sungai. Ke­pada dua belas peserta per­tama yang berhasil mencapai seberang, nama mereka akan dipakai sebagai gelar nama tahun. Gelar tahun pertama akan diberikan kepada yang pertama mencapai tepi sungai, begitu seterusnya, “kata Kaisar.

Seluruh peserta segera berbaris di garis start. Beber­apa saat kemudian, pengawal mengibaskan bendera tanda perlombaan dimulai, seluruh peserta berlarian menuju sun­gai. Kucing dan tikus adalah yang pertama tiba di tepi sun­gai. Melihat sungai yang be­gitu luas, mereka segera menyadari bahwa medan yang hendak mereka lewati jauh di luar perkiraan mereka, bah­kan terlihat sangat berbahaya. Sambil duduk menatap sun­gai, kucing dan tikus duduk bersama sambil memikirkan jalan keluar. Di tengah kebin­gungan, dari balik kejauhan muncullah kerbau mengham­piri keduanya. Tiba-tiba tikus menemukan ide.

“Hei kerbau, apakah eng­kau keberatan membawa kami ke seberang sungai?” tanyanya. Kerbau termasuk hewan yang ramah, ia pun langsung menyanggupinya.

Kucing dan tikus segera melompat ke atas kepala ker­bau dan bersama-sama menyeberangi sungai. Saat hen­dak tiba di seberang, tikus segera melompat ke daratan, menjadikannya sebagai pe­serta pertama yang sampai.

“Selamat !” Sambut Kai­sar. “Engkau berhak menyandang gelar tahun pertama.” Kerbau yang merasa kecewa karena terkelabuhi terpaksa merela­kan, toh ia mendapat gelar tahun kedua.

Butuh waktu cukup lama bagi harimau untuk mencapai tepi. Ia terlihat sangat kelela­han setelah perjuangan keras melawan arus sungai. Kaisar merasa tersentuh melihat upaya harimau dan menggelar­inya tahun ketiga.

Menyusul kelinci di uru­tan keempat. Prestasinya cukup mengejutkan Kaisar. “Semua tahu kalau engkau, kelinci tidak bisa berenang. Apakah engkau telah menge­labuhi kami semua? “

Kelinci pun menjelaskan dengan jujur bahwa dirinya memang tidak bisa berenang, namun ia berhasil menye­berangi sungai dengan cara melompati batu-batu yang ada di sepanjang sungai dan bertemu sebatang kayu lapuk. Tanpa pikir panjang ia naik dan duduk di atas kayu terse­but yang akhirnya menghan­tarkannya ke seberang. Kata-kata sang kelinci membuat sang Kaisar merasa kagum dan menghadiahkannya gelar tahun keempat.

Kaisar sangat senang dengan apa yang dirinya li­hat sejauh ini. Semua peserta telah menunjukkan kemam­puan dan usaha yang luar biasa untuk menyeberangi sungai, akan tetapi sebelum­nya Kaisar malah berharap bahwa naga akan tampil se­bagai pemenang, menurutnya naga sanggup berenang dan terbang dengan sangat baik, sangat mudah memenangkan perlombaan. Namun sampai kini naga tak juga tampak.

Baru saja terpikir demiki­an, tiba-tiba sekilas bayangan raksasa melintas di atas keru­munan binatang yang tengah berkumpul, tampak seekor naga menukik turun dan men­darat di tanah.

“Akhirnya yang saya tunggu muncul juga, dari mana saja engkau? “tanya Kaisar.

“Saya harus mem­buat hujan, kemudian saya melihat kelinci berdiri di atas kayu mencoba menyeberangi sungai, jadi terpikir oleh saya untuk membuat angin agar membantunya menyeberang,” jelas naga.

“Baik sekali. Eng­kau adalah binatang kelima yang sampai maka kau ber­hak mendapatkan gelar tahun kelima, “jawab Kaisar.

Mereka yang sudah ber­hasil mencapai tepi berkum­pul di pinggir sungai sambil menyaksikan peserta yang masih tersisa berjuang me­nyeberangi sungai. Tak lama kemudian, tampak kuda dari kejauhan, ia terlihat kepayahan berenang.

Baru saja kuda akan meng­injakkan kaki di daratan, tiba-tiba ular muncul keluar dari balik permukaan air. Saking terkejut kuda pun meringkik nyaring mengangkat kedua kakinya, memberi peluang bagi ular untuk mendahulu­inya dan memperoleh tempat keenam. Kuda mendapat ge­lar ketujuh, dan cukup senang dengan hasilnya.

Seketika sebuah peman­dangan yang tidak biasa ta­mpak dihadapan mereka, membuat siapapun yang me­lihat berdecak kagum.

Ayam jantan, monyet dan kambing muncul secara serentak dan bersamaan berdiri di atas sebuah rakit. Ayam jantan yang pertama kali me­nemukan rakit, dan dalam perjalanan bertemu monyet dan kambing, kemudian ketiganya naik dan mendayung rakit bersama-sama.

Ketika mereka akhirnya mencapai tepi, Kaisar merasa sangat senang. “Saya belum pernah melihat kerjasama yang luar biasa seperti ini!” Kaisar pun memberikan kambing gelar tahun kedela­pan, monyet tahun kesembilan dan ayam jantan kesepuluh.

Selang waktu cukup lama hingga binatang berikutnya tiba. Sebelum Kaisar merasa cemas, tiba-tiba anjing mun­cul mendekati tepi. Anjing itu menjelaskan bahwa air sungai yang begitu bersih membuat­nya tidak bisa menahan diri dan mandi di sana. Kaisar tertawa dan memberikannya gelar tahun kesebelas.

Sekarang tinggal menung­gu siapa gerangan yang akan memperoleh tempat terakhir. Ketika para binatang sibuk mempertanyakan tiba-tiba sang babi muncul di hadapan mereka, menggelarinya tahun keduabelas.

Para pemain ter­ompet istana mengeluarkan bunyi pembuka dan Kaisar mulai berbicara. “Selamat kepada semua peserta yang berhasil menyeberang sungai. Nama-nama kalian akan diingat selamanya berkat upaya kalian yang sungguh luar biasa hari ini,” katanya.

Namun apa gerangan yang terjadi dengan kucing yang duduk di atas kepala kerbau? Ternyata tikus mendorongnya kembali ke sungai dan terseret arus ke sungai lain, dan sejak saat itu tikus dan kucing men­jadi musuh. (dawuwang/epochtimes/may)

slot gacor

situs slot gacor