Budaya

Hikayat Cerdik Tiongkok Kuno (8): Rambut di Atas Daging Bakar

©freepik

Pada jaman Zhanguo (475-221 SM), suatu kali ketika akan makan, Jin Wengong menemukan sehelai rambut diatas daging panggang yang diantar oleh juru masak. Jin Wengong sangat marah, langsung memanggil si juru masak dan memarahinya, “Apakah Anda berniat membuat saya mati tersedak? Mengapa ada rambut di atas daging panggang?”

Ada perkataan “Menemani raja bagai menemani harimau”, bila tidak berhati-hati dan membuat Raja marah, mungkin kepalanya bisa dipenggal. Oleh karena itu hati si juru masak sangat tegang, juga penuh dengan tanda tanya.

Tadi tidak melihat adanya rambut, bagaimana bisa muncul di atas daging panggang? 

Setelah berpikir sejenak, dan dengan melihat sejenak pada ajudan di samping Jin Wengong, ia segera mengerti apa yang terjadi. Ternyata ia difitnah, ia sadar tidak ada gunanya walaupun ia berteriak tidak bersalah, lebih baik ….

Si juru masak itu segera menyembah dan mohon pengampunan, “Hamba tahu telah bersalah, akan tetapi hamba punya 3 sanggahan:

Pisau sudah diasah setajam pedang pusaka, daging dapat putus teriris, tetapi rambut malah tidak putus, ini adalah sanggahan pertama.

Memakai stik besi menusuk potongan daging, bila di atas daging ada rambut, pasti akan terlihat, ini adalah sanggahan kedua.

Membakar daging di atas tungku arang, dengan api yang membara, daging sudah matang, rambut bahkan tidak hangus terbakar, ini adalah sanggahan ketiga.”


Jin Wengong terdiam mendengarkan. “Benar juga ya…”, dalam hati ia berpikir.

Juru masak melanjutkan berkata, “Atau mungkin saja diantara orang yang melayani Anda ada orang yang iri dan membenci saya.”

Jin Wengong langsung memanggil ajudannya itu dan menginterogasinya, setelah ajudannya mengakui perbuatannya, ia dipecat dan dihukum berat.(Minghui School/mgl)

slot gacor

situs slot gacor