Budaya

Kembali ke Masa Lalu di Masa Dinasti-Dinasti Tiongkok yang Agung dengan Busana Han

Tiongkok dengan 5.000 tahun peradabannya, dulu dikenal sebagai “Shen Zhou” yang diterjemahkan menjadi Tanah Suci. Konon para dewa menurunkan budaya yang kaya ini dari surga termasuk musik, obat-obatan, kaligrafi dan busana yang indah.

Kebanyakan orang menganggap “qipao” sebagai intisari dari pakaian tradisional Tiongkok tetapi ternyata qipao adalah pakaian tradisional bangsa Manchuria dan bukan dari Han Tiongkok. Apalagi qipao modern sangat berbeda dengan versi tradisional.

Suku Han adalah kelompok etnis terbesar di Tiongkok dan Han memiliki pakaian tradisional mereka sendiri yang disebut “Hanfu” atau pakaian tradisional bangsa Han, yang telah ada sejak  3.000 tahun lebih. Busana Han hampir menghilang setelah Manchuria mengambil alih Tiongkok pada tahun 1644 dan mendirikan Dinasti Qing.

Gaun permaisuri Dinasti Tang bermotif burung phoenix. (Image: Epoch Times)
Gaun resmi Dinasti Ming. (Image :Epoch Times)

Busana Han meliputi gaya desain yang menonjol dari Dinasti Song yang makmur (960-1279M.) hingga Dinasti Tang yang megah (618–907M), orang dapat menghargai semangat setiap dinasti yang terkandung di dalamnya. Busana Han memiliki gaya berbeda di setiap dinasti karena perbedaan dalam ide dan nilai budaya.

Bayangkan bila Anda melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dengan mengenakan pakaian tradisional dari dinasti Tiongkok masa lalu? Akankah kita dapat menemukan kembali budaya agung yang hampir punah yang pernah tumbuh subur di tanah Tiongkok serta kebajikan yang dijunjung tinggi dinasti demi dinasti?

Gaun bergaya Dinasti Tang (Image: Epoch Times)

Bayangkan diri anda mengenakan salah satu gaun klasik terpopuler Dinasti Tang, “Qi Xiong Ru Qun (齊胸 襦 裙)” di mana jaket kemeja pendek terselip di dalam rok di atas pinggang. Rok diikat sangat tinggi di dada dan di bawah ketiak.

Dengan kemeja lengan besar dan rok yang mengalir anggun dari dada, memberi kesan agung dan langsing sehingga membuat seseorang terlihat elegan dan lebih ramping.

Gaun bergaya Dinasti Tang (Image: Epoch Times)

Gaun bergaya Dinasti Tang — gaun berpotongan rendah dengan ikat pinggang tinggi dan rok penuh menjuntai (Image: NTDTV)

Dipengaruhi oleh ide-ide Konfusianisme tentang kesopanan, bangsa Dinasti Song menyukai gaya yang lebih sederhana, lebih tertutup dan halus dengan lengan yang sempit.

Bayangkan diri Anda mengenakan gaun Ruqun 襦 裙 gaya Song, yang terdiri dari kemeja (襦, ru) dan rok yang dililitkan (裙, qun; juga disebut 裳, chang) dan Beizi 褙 子 jaket luar panjang selutut dengan kerah lurus.

Rok lipitnya terlihat sangat feminin dengan pola yang lembut dan halus memancarkan pesona yang tenang dan santun.

Gaun bergaya Dinasti Song (Image: Epoch Times)

Gaun bergaya Dinasti Song — “gaya Beizi” yang terdiri dari jaket luar selutut, gaya yang umum dipakai oleh wanita di jaman Dinasti Song. (Image: NTDTV)

Pada masa Dinasti Ming (1368 hingga 1644M), busana yang bermartabat dan halus lebih disukai.

Pakaian Dinasti Ming dipengaruhi oleh Bangsa Mongoldi era Dinasti Yuan.

Jadi, ketika mengenakan adi busana era Dinasti Ming, “Ao Qun (襖 裙)” berupa kemeja longgar dan menggantung di luar rok bordir berlipit (tidak seperti dinasti sebelumnya), anda akan merasa gaya busananya menyerupai Hanbok Korea.

Gaun bergaya Dinasti Ming (Image: Wikimedia Commons | hanfulove)
Gaun bergaya Dinasti Ming (Image: Wikimedia Commons | hanfulove)

Dalam pakaian tradisional pria Tiongkok, topi mendefinisikan status pria dan pakaian dibuat khusus untuk setiap acara.

Para sarjana dan pejabat mengenakan topi tinggi. Selain itu, lengan baju mereka lebih lebar dan “yi” (jubah selutut dengan manset sempit), diikat dengan sabuk lebar yang dihiasi ornamen batu giok.

Semakin tinggi statusnya, semakin rumit dan kontras dan semakin banyak ornamen yang ditampilkan di pakaian mereka.

Setelan pakaian sarjana dari Dinasti Song, yang dipadu dengan “Jubah Dongpo” Klasik (Image: Epoch Times)
Pakaian pria bergaya Dinasti Song (Image: Epoch Times)
Pakaian resmi (Image: The Epoch Times)

Meski setiap dinasti memiliki gaya yang unik namun gaya dan karakteristik dasarnya tetap sama.

Busana Han umumnya terdiri atas jaket untuk atasan (上衣) dan rok sepanjang pergelangan kaki untuk bawahan (下裳) serta kerah yang selalu dilipat ke kanan (交 領 右 衽 Jiao Ling You Ren), bermakna menyelaraskan Yang (kekuatan positif) atas Yin (kekuatan negatif).

Kerah selalu dilipat ke kanan (交 領 右 衽 Jiao Ling You Ren), bermakna menyelaraskan Yang (kekuatan positif) atas Yin (kekuatan negatif). (Image: NTDTV)

Menariknya, setiap aspek dari busana Han memiliki makna yang dalam.

Menurut sebuah video di NTD menyebutkan, “Manset bundar besar melambangkan jalur surgawi yang bundar,” sementara jahitan lurus di bagian belakang gaun menandakan “manusia berjalan di antara langit dan bumi” atau “kebenaran” dan ikat pinggang “adalah simbol manusia yang terikat pada aturan surgawi.”

Seperti yang tertulis dalam laporan di PureInsight.org, Orang Tiongkok kuno menggantung sepotong batu giok di sabuk mereka untuk mengingatkan mereka agar berperilaku baik. Menurut ajaran Konfusianisme, batu giok melambangkan sifat-sifat baik dari keberanian, kebijaksanaan, kesederhanaan, keadilan dan belas kasih.

Gaun yang terinspirasi oleh Dinasti Qin-Han — “Quju” (pembungkus tubuh berbentuk diagonal) (Image: Epoch Times)

Anda mungkin sudah merasakannya sendiri bahwa pakaian bisa mengubah seseorang luar dalam.

Tidak dapat disangkal bahwa pakaian abadi yang diilhami oleh Ilahi ini akan menghadirkan suasana kemurnian, keanggunan dan kehormatan pada pemakainya.

Ingin tahun lebih banyak, tontonlah video bagus di bawah ini :

Kostum yang dikenakan oleh penari Shen Yun – perusahaan tari dan musik klasik Tiongkok – terinspirasi oleh peradaban Tiongkok 5000 tahun.S(Li Yen/epochtimes/sia/eva)

slot gacor

situs slot gacor