Budi Pekerti

Tujuh Hari Terakhir Kehidupan

Pria bersedih (Getty Images via Canva Pro)
Pria bersedih (Getty Images via Canva Pro)

Suatu hari ada seorang Guru bijak sedang berceramah di depan murid-muridnya, saat itu tiba-tiba, datanglah seorang pria dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada sang Guru bijak.

Sang Guru tidak membalas ucapannya, bahkan tidak mengatakan apa-apa sama sekali, dan setelah beberapa waktu, pria tersebut pun pergi.

Satu orang muridnya yang pemarah pun merasa heran. Dia bertanya kepada gurunya, mengapa gurunya tidak membalas kata-kata kasar dari orang tersebut: “Guru, tolong beri tahu saya bagaimana caranya guru bisa tetap tenang dan tersenyum, bahkan dalam situasi buruk seperti itu? Bukankah kata-kata orang tadi, seharusnya bisa membuat guru menjadi marah? Apa rahasia guru?”

Guru: “Sebelum guru menjawab pertanyaanmu itu, ada sesuatu yang harus kamu ketahui.”

Sang murid merasa bingung dan bertanya lagi: “Apa itu Guru? Tolong beritahu saya.”

Guru:  “Muridku, usiamu tinggal 7 hari, kamu akan mati setelah satu minggu.”

Sang murid terkejut dengan kata-kata gurunya. Dia bisa saja mengabaikan kata-kata itu jika orang lain yang mengatakannya, tapi ini adalah kata-kata yang keluar dari mulut gurunya sendiri, jadi dia tidak bisa mengabaikannya.

Setelah itu, sang murid menjadi depresi, dia lalu minta izin kepada gurunya untuk tidak datang belajar selama seminggu dan pulang ke rumahnya dengan wajah yang lesu.

Dalam perjalanan pulang, dia tenggelam dalam pikirannya, dan berpikir untuk bagaimana caranya menghabiskan sisa 7 hari dalam hidupnya itu.

Setelah berpikir dengan keras, dia teringat ajaran gurunya tentang kehidupan setelah kematian, tentang surga dan neraka. Lalu dia memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya, dengan menjalankan ajaran kebaikan yang selama ini dia pelajari dari gurunya tersebut.

Selama enam hari, dia menjalani hidupnya dengan kerendahan hati, ramah, bersikap baik dan pengabdian kepada Tuhan.

Sifatnya pun juga berubah drastis.

Sekarang, saat dia bertemu dengan semua orang, dia akan bersikap baik dan ramah, tidak suka marah-marah lagi, sekalipun mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, yang sebelumnya selalu akan membuatnya marah. 

Singkat cerita, enam hari pun berlalu dan pada hari ketujuh murid ini berpikir bahwa dia harus menemui gurunya sebelum kematiannya.

Jadi, dia pergi menemui gurunya dan berkata: “Guru waktu saya di dunia ini akan segera berakhir, mohon berkati saya.”

Sang guru bijak berkata: “Berkat saya selalu bersamamu muridku. Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu.”

Murid tercengang mendengar ucapan seperti itu dari mulut gurunya. Dia lalu bertanya: “Guru, mengapa guru memberkati saya agar panjang umur? Bukankah guru mengatakan, saya akan mati setelah tujuh hari?”

Sang guru tersenyum kemudian berkata: “Muridku, tidak ada yang tahu kapan kita akan mati, namun di sisi lain, kita bisa mati kapan saja, hari ini, jam ini, detik ini, dan tidak ada seorangpun yang tahu. 

Yang Guru katakan dulu, itu hanya untuk memberimu satu pelajaran penting dalam hidup. 

Nah, sekarang coba beritahu guru, bagaimana tujuh hari terakhirmu berlalu? Apakah kamu sama pemarahnya seperti sebelumnya?”

Murid: “Tidak guru, tidak sama sekali… Saya hanya punya tujuh hari untuk hidup. Bagaimana bisa saya menyia-nyiakan untuk hal yang tidak berguna seperti itu. 

Saya selalu ingat untuk bersikap baik dan ramah saat bertemu semua orang dan juga memandang sangat ringan pada hal apapun yang tidak menyenangkan hati.”

Mendengar ini, sang guru tersenyum dan berkata: “Itulah rahasia dari perilaku guru, yang pernah kamu tanyakan itu. Guru tahu dan menyadari bahwa guru bisa mati kapan saja, jadi guru memilih untuk memperlakukan semua orang dengan baik dan ramah, serta juga memandang ringan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan.”

Murid: “Sekarang saya mengerti guru, ternyata menjadi orang baik tidak ada sulitnya ya.”

Perbanyak berbuat kebaikan dan isilah hidup dengan hal-hal  baik dan positif, karena kita tidak pernah tahu, kapan hidup kita akan berakhir. Ketika kehidupan berlangsung tidak sesuai dengan kehendak kita, bersabarlah, itu membentuk diri kita menjadi lebih kuat dan bijak.

Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor

situs slot gacor