Angka kematian dari gempa bumi di Burma, atau Myanmar, diperkirakan akan melampaui 3000 jiwa, dan lebih dari 400 orang masih hilang. Thailand juga terdampak oleh gempat bumi, dan proyek konstruksi buatan China kini menjadi sorotan. Otoritas Thailand menyelidiki mengapa hanya satu bangunan pencakar langit yang hancur di ibukota Bangkok. Dibangun oleh perusahaan China, hal ini telah menyorot apa yang telah dikenal sebagai bangunan tahu China. Otoritas menemukan bahwa besi beton yang digunakan untuk membangun kerangkanya tidak memenuhi standar keamanan dan diproduksi oleh pabrik China.
Otoritas Thailand menemukan bahwa pabrik produksi besi beton China tersebut telah menutup pabrik lokalnya lima bulan lalu akibat masalah keamanan dan pelanggaran lainnya. Besi beton yang digunakan dalam konstruksi pencakar langit itu dibeli lima tahun yang lalu, dan kontraktor utama bangunan, yang juga adalah kontraktor China, sedang menghadapi pengawasan dari pemerintah Thailand atas masalah keamanan. Sekarang, otoritas lokal telah mengirim lebih dari 100 insinyur untuk mengaudit konstruksi bangunan pencakar langit lainnya di ibukota Bangkok.
Beberapa pengguna internet menggunakan istilah ‘bangunan tahu’ untuk merujuk pada hancurnya pencakar langit di Bangkok. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan bangunan yang dibangun secara lemah dan tidak stabil, mirip dengan tekstur tahu yang lembut dan mudah hancur. Bangunan-bangunan ini rentan hancur, akibat pengambilan jalan pintas saat konstruksi.
