Fokus

Polisi: Ancaman Bom Pada Shen Yun Mungkin Terkait Huawei

Hampir 100 ancaman bom telah terjadi pada kelompok tari klasik China berbasis di AS. Perusahaan tari itu bertujuan untuk memulihkan budaya tradisional Tiongkok berusia 5000 tahun. Siapa yang berada di balik kampanye serangan yang meluas ini? Penyelidikan polisi di Taiwan mengungkapkan ini mungkin ada hubungannya dengan perusahaan teknologi China Huawei. Perusahaan itu berkaitan erat dengan rezim China.

Shen Yun Performing Arts yang berbasis di New York kini sedang mengadakan tur di Taiwan. Namun, beberapa agen dan organisasi pemerintah di Taiwan menerima serangkaian e-mail ancaman. Yang menulis, akan ada penembakan dan pengeboman jika pertunjukan Shen Yun tidak dibatalkan. Hingga 4 April, ada total 13 ancaman yang telah dilaporkan. Biro Kepolisian Taiwan telah membentuk gugus tugas untuk menyelidiki, dan berhasil mendapatkan informasi bahwa email itu bersumber dari sekitar Institut Riset Huawei di kota barat laut Xi An. Menurut para polisi di Taiwan, e-mail itu bisa jadi dikirim oleh orang-orang yang terhubung dengan perusahaan Huawei. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bahwa e-mail tersebut dikirim oleh pasukan cyber Partai Komunis China di daerah itu.

Shen Yun didedikasikan untuk memulihkan 5000 tahun kebudayaan tradisional China. Pertunjukan menampilkan penganiayaan kelompok spiritual Falun Gong yang tengah berlangsung di China modern, yang berusaha ditutup-tutupi oleh Beijing. Ancaman e-mail di Taiwan itu adalah salah satu dari 100 ancaman pada Shen Yun sejak tahun lalu, saat mereka melakukan tur di AS dan Eropa.

[Leeshai Lemish, MC Shen Yun]:

“Saat kami mendapatkan dokumen yang bocor dari China, dari Kementrian Keamanan Negara dan Kementrian Keamanan Publik, dan mereka berbicara tentang usaha terkoordinasi dan luas untuk benar-benar menghancurkan Shen Yun dan komunitas Falun Gong yang lebih luas di AS, semacam skenario akhir. Kami melihat serangan skala besar dari kampanye oleh The New York Times dengan tidak kurang dari 10 artikel yang menyerang Shen Yun. Dan kami telah melihat ancaman bom yang mengerikan, ancaman mati, ancaman perkosaan.”

Pada 30 Maret, Shen Yun menerima ancaman bom beberapa jam sebelum pertunjukan terakhirnya di Claremont, California. Gedung pun segera dievakuasi. Hal serupa terjadi di John F Kennedy Center di Washington DC, pada 20 Februari. Ancaman bom, yang juga terjadi di berbagai teater lainnya, adalah ancaman palsu.

Dalam responnya pada pertanyaan NTD mengenai ancaman bom di Kennedy Center, jubir Gedung Putih Karoline Leavitt mengutuk aksi tersebut.

[Karoline Leavitt, Jubir Gedung Putih]:

“Jangan menginterupsinya. Pemerintahan ini akan menganggapnya serius dan meminta pertanggungjawaban. Kami mengutuk kekerasan dan ancaman kekerasan pada institusi Amerika.”

Departemen Luar Negeri juga mencela kampanye intimidasi Beijing terhadap Shen Yun. Dalam pernyataan terbarunya pada Epoch Times, Departemen itu berkata Laporan Kebebasan Beragama Internasional tahunannya mendokumentasikan berbagai gangguan terhadap praktisi Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts di berbagai negara.

slot gacor