Seorang ayah yang berduka menantang narasi media pemerintah Tiongkok atas kematian misterius putranya. Luo Shuaiyu adalah seorang mahasiswa kedokteran Tiongkok yang meninggal Mei lalu setelah jatuh dari gedung apartemennya. Pihak berwenang menutup penyelidikan minggu lalu, menyebut kematiannya sebagai bunuh diri. Namun, orang tuanya menceritakan kisah berbeda. Mereka berkata putra mereka adalah seorang whistleblower yang mengungkap pengambilan organ paksa.
Orang tua Luo berkata berkas ditemukan di komputer putra mereka menunjukkan bukti pengambilan organ paksa dan kegiatan transplantasi ilegal di Tiongkok. Reporter NTD yang menyamar menghubungi ayah Luo dan memperoleh rekaman audio ini dari telepon. Beberapa pemirsa mungkin merasa konten ini mengganggu.
[Rekaman audio telepon]:
“Kelompok anak-anak berusia 3-9 tahun dalam dua kelompok, 3-5 tahun dan 6-9 tahun, lalu tiga laki-laki dan tiga perempuan di tiap kelompok, enam kasus per kelompok. Sampel-sampel (anak-anak) ini tidak dikumpulkan sekaligus semua, prosesnya kelihatannya akan memakan waktu lama, jadi kamu harus mengambil kesempatan ini membiasakan diri bagaimana cara mengambilnya – mengambil organ-organnya.”
Ayah Luo berkata Luo menerima panggilan telepon ini dari sekolah kedokterannya segera setelah diterima. Keluarga percaya Luo telah dibunuh karena mencoba membocorkan ini dan menolak mengambil organ dari anak-anak.
[Ayah Luo]:
“Pada 28 Agustus 2024, kami menyerahkan bukti ke Biro Kepolisian Changsha yang mengungkap pengambilan dan perdagangan organ ilegal yang melibatkan Rumah Sakit Changsha kedua di Universitas Central South. Hingga hari ini belum ada tanggapan.”
Berkas berisi dokumen yang panjangnya lebih dari seribu halaman. Setelah menyerahkan bukti mereka kepada otoritas kesehatan Tiongkok, ayah Luo berkata seseorang menghubunginya dengan tawaran penyelesaian yang mengejutkan, lebih dari 2 juta dolar AS. Dia menolaknya. Sekarang, satu tahun setelah kematian Luo, media negara Beijing menambahkan laporan minggu lalu yang menepis semua kecurigaan terkait pembunuhan atau perdagangan organ.
Orang tua Luo dengan tegas menolak laporan itu, sikap yang disetujui banyak pengguna internet Tiongkok. Keluarga tersebut sekarang menuntut penyelidikan penuh terhadap industri transplantasi Tiongkok.
Pada 2007, sebuah LSM yang menyelidiki penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok mendaftar hitamkan rumah sakit yang sama dan para dokternya karena diduga mengambil organ dari praktisi yang masih hidup.
Pemimpin LSM menuduh Partai Komunis Tiongkok mengatur kejahatan brutal ini, berkata bahwa rumah sakit yang terkait secara terbuka terlibat dalam pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah demi keuntungan. Falun Gong adalah praktik spiritual yang telah dianiaya secara brutal di Tiongkok oleh PKT sejak tahun 1999.
Mengingat semakin banyaknya bukti, beberapa negara bagian AS, termasuk Texas dan Idaho, telah mengeluarkan undang-undang yang melarang penduduk memperoleh transplantasi organ yang bersumber dari Tiongkok.
