Media pemerintah China melaporkan telah dibentuk sebuah tim di jajaran tertinggi Partai Komunis China. Para analis berpendapat ini adalah signal melemahnya kekuasaan Xi Jinping. Tim ini bertugas mengawasi urusan penting kenegaraan dan dibentuk pada hari Senin usai pertemuan komite tetap politbiro yaitu badan kepemimpinan tertinggi rezim PKC. Berikut penjelasan analis veteran urusan China, Tang Jingyuan.
[Tang Jingyuan, Analis Urusan China]:
“Meski Xi Jinping masih memegang gelar sekjen Partai Komunis China, pemimpin China dan kepala Komisi Militer Pusat PKC, kekuatan dan pengambilan keputusan yang sesungguhnya telah bergeser. Semuanya kini telah dialihkan ke satu tim yang baru dibentuk, yang berhak atas keputusan, musyawarah, dan koordinasi’. Tim ini punya kekuatan yang sangat besar. Mereka mengawasi segalanya, mulai dari kebijakan hingga implementasi, juga dapat melakukan intervensi dan mengambil keputusan dan saat ini mereka adalah badan pengurus yang sah.”
Menurut media pemerintah, tim baru ini memiliki tiga fungsi utama, pengambilan keputusan, musyawarah, dan koordinasi. Singkatnya, semua urusan utama negara harus melalui mereka.
[Tang Jingyuan, Analis Urusan China]:
Ini adalah langkah besar restrukturisasi dan pengalihan kekuasaan Xi Jinping. Tampaknya PKC secara resmi telah menyatakan akhir dari era otoriter absolut Xi Jinping.
Tim baru ini jelas menantang apa yang dilakukan Xi selama ini, sebuah partai di mana Xi menjadi penguasa sentral. Sejak menjabat pada 2013, Xi telah menyingkirkan banyak pejabat yang dianggap tidak setia dan menggantinya dengan loyalis. Ia juga membentuk banyak tim di bidang keamanan, keuangan, diplomasi, pertahanan dan lain-lain serta menjadikan dirinya pemimpin atas semuanya. Taktik ini memberinya kendali ke seluruh urusan negara, sekaligus mempertegas kuasanya.
Pada 2018, atas permintaan Xi, badan legislatif merevisi konstitusi China, menghapus batas masa jabatan untuk posisi kepemimpinan tertinggi PKC. Secara teoritis, ini artinya Xi bisa memimpin selama yang ia mau. Namun sejak tahun lalu, tanda-tanda melemahnya kendali kekuasaan Xi mulai terlihat. Beberapa asisten militer utama menghilang secara misterius, beberapa lagi dicopot dari jabatan.
[Tang Jingyuan, Analis Urusan China]:
“Menurut saya, pergeseran kekuasaan Xi Jinping ini sebagian besar bisa menghilangkan risiko perang atas Taiwan dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, selama rezim komunis China masih ada, ancaman akan bahaya perang di Selat Taiwan dan pengambilalihan Taiwan akan tetap ada.”
Lalu siapakah yang menjadi oposisi internal Xi Jinping? Banyak analis menunjuk beberapa pemimpin veteran PKC termasuk mantan presiden Hu Jintao, mantan perdana menteri Wen Jiabao, dan komandan militer Zhang Youxia. NTD adalah media pertama yang memberitakan signal melemahnya kekuasaan Xi. Beberapa bulan terakhir, surat kabar Nikkei Asia & The New York Post juga menerbitkan analisis serupa yang mensinyalir adanya perombakan besar di Beijing.
