Keluarga

Memberdayakan Masyarakat dengan Ragam Budaya Lokal dan Literasi

@unesco.org

Setiap tahun, UNESCO memperingati Hari Aksara Internasional pada 8 September. Mengapa lembaga setingkat dunia itu menganggap aksara begitu penting, hingga mereka perlu menandainya dengan sebuah peringatan?

Sebagian besar dari kita mungkin cukup beruntung karena mendapatkan pendidikan yang layak, mengenal aksara dan belajar membaca dan menulis sedari kecil, namun tidak demikian dengan beberapa belahan daerah yang tidak mengenalkan aksara sedari kecil. Mengapa aksara begitu penting? Karena aksara adalah dasar untuk belajar membaca dan menulis. Dengan membaca dan menulis, artinya memberdayakan individu untuk berpartisipasi dalam masyarakat, mencapai impiannya, dan mengenal dunia selain yang sudah dia kenal.

Menurut Project Literacy Central Okanagan Society, pentingnya literasi (kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis) yang memadai bagi individu, dapat menjaga kesehatan pribadi karena mereka mampu memahami dan menafsirkan informasi kesehatan, mengadopsi praktik kesehatan preventif dan mendeteksi masalah sehingga mereka dapat dirawat lebih awal, atau membuat pilihan yang tepat di antara opsi perawatan kesehatan. Mereka juga lebih mampu berkomunikasi dengan guru anak-anak mereka dan membantu anak-anak mereka dengan pekerjaan sekolah.

Lebih jauh lagi, pentingnya literasi juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Suatu komunitas yang “melek” huruf menjadi sebuah komunitas yang dinamis, mereka akan berbagi ide, perspektif, dan keprihatinan yang akhirnya mengarah pada saling pengertian dan kepedulian yang lebih besar, yang akan menjadikan komunitas tersebut menjadi semakin kuat.

Komunitas yang paling tinggi adalah masyarakat dalam sebuah negara. Ini diperkuat dengan data statistik Kanada. Pada 2004, studi statistik Kanada menyimpulkan bahwa peningkatan 1% pada tingkat melek huruf akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja Kanada sebesar 2,5%, dan menambahkan sekitar $ 32 miliar atau sekitar 340 triliyun rupiah pada Produk Domestik Bruto tahunan Kanada.

Hari Aksara Internasional pertama kali diadakan pada 1966 dan saat ini telah menjadi bagian dari program tujuan pembangunan berkelanjutan PBB yang diadopsi pada 2015. Tema Hari Aksara Internasional ke-54 yang diusung oleh UNESCO tahun ini adalah “Literacy and Multilingualism”. Sebagai suatu lembaga dunia, UNESCO telah menangkap sinyal tersebut bertahun-tahun sebelumnya. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran global tentang isu-isu seputar literasi pada orang dewasa maupun anak.

Di Indonesia sendiri, Hari Aksara Internasional berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengacu pada tema UNESCO tahun ini, Kemendikbud menetapkan tema nasional “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat”. Kemendikbud mengharapkan program pendidikan keaksaraan dapat memanfaatkan peluang dari keberagaman budaya dan bahasa.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS pada 2018, jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang dari 3,4 juta orang pada 2017. Jumlah ini sekitar 1,93 persen dari total populasi penduduk pada 2018.

Kemendikbud sendiri melakukan pemberantasan buta aksara dengan sistem blok atau klaster, yaitu memusatkan program di daerah-daerah padat buta aksara seperti Papua (22.88%), Sulawesi Selatan (4,63%), Sulawesi Barat (4,64%), Nusa Tenggara Barat (7,51%), Nusa Tenggara Timur (5,24%), dan Kalimantan Barat (4,21%), disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar, dalam jumpa pers Persiapan Peringatan HAI ke-54, di kantor Kemendikbud, Kamis (29/8)

Selain itu, sejak akhir 2018, pemerintah Indonesia dipilih sebagai Komite Pengarah Aliansi Global Literasi (Global Alliance for Literacy) UNESCO atas keberhasilan Indonesia memberantas buta aksara. Tahun ini peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 dilakukan pada tanggal 5 hingga 8 September 2019. Puncak peringatan akan diselenggarakan pada tanggal 7 September 2019, di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. (averiani/ ntdindonesia)

slot gacor

situs slot gacor