Fokus

Xi Dipastikan Absen di KTT BRICS, Pertama Dalam 12 Tahun

Beijing memastikan bahwa Xi Jinping tidak akan hadir dalam KTT BRICS di Brazil akhir bulan ini. Ini pertama kalinya Xi absen sejak ia menjabat. KTT ini merupakan pertemuan penting 5 negara besar, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Rabu lalu, Beijing mengumumkan bahwa Perdana Menteri Li Qiang akan menggantikan Xi, namun tidak ada penjelasan resmi terkait ketidakhadiran Xi Jinping.

Menurut sumber internal, Xi memandang KTT BRICS sebagai platform diplomatik penting, dan tidak pernah absen sekalipun. Ia menduga ketidakhadiran Xi karena masalah kesehatan.

Namun pesiunan militer Mike Flynn baru-baru ini menulis di X, mendesak pemerintah Trump mengawasi tren pergeseran kekuasaan dalam rezim PKC. Flynn adalah penasihat keamanan nasional selama masa jabatan pertama Trump.

Secara umum, publik telah melihat signal melemahnya kekuasaan Xi Jinping, semenjak orang-orang kepercayaannya di militer satu persatu menghilang. Bulan lalu, Xi sendiri sempat menghilang dari publik selama dua minggu tanpa alasan, hal yang sangat langka selama masa kepemimpinannya.

Senin lalu, pimpinan tertinggi Partai Komunis China mengumumkan dibentuknya tim baru untuk mengawasi semua urusan negara, sebuah tantangan bagi kekuasaan Xi.

Sebuah pertanda lain muncul. Pada Kamis, media resmi PKC, People’s Daily, menerbitkan artikel panjang yang menyanjung mantan Perdana Menteri Li Keqiang. Li dikenal sebagai lawan politik Xi.

Dua tahun lalu, Li meninggal secara mendadak, memicu rumor seputar gejolak internal dalam rezim PKC, yang secara ketat disensor di China. Kini, sanjungan terbuka Beijing untuk Li semakin memperkuat dugaan melemahnya pengaruh Xi Jinping.