Kebijakan baru Beijing ini bisa menjadi pukulan bagi ekonomi China yang sudah lesu. Mulai September, China mewajibkan perusahaan untuk menyediakan asuransi sosial bagi karyawan mereka. Walau terdengar seperti ide yang bagus, bagi pemilik bisnis, hal ini telah memicu kepanikan.
[Pemilik Restoran Kecil di China]:
“Tamatlah kita. Ini seperti langit runtuh menimpa industri makanan. Pintu menuju kehancuran total terbuka lebar. Saya hanya ingin bertanya satu hal. Apakah kita membutuhkan asuransi sosial atau asuransi sosial yang membutuhkan kita?”
[Pemilik Restoran Kecil di China]:
“Ini mendorong setiap pemilik bisnis ke ambang kehancuran.”
Pada awal Agustus, pengadilan tinggi China mengeluarkan pedoman hukum baru tentang aturan ketenagakerjaan. Mulai 1 September, semua perusahaan akan diwajibkan membayar asuransi sosial bagi karyawan mereka.
Sebelumnya, pemilik bisnis dan karyawan dapat bernegosiasi tentang keikutsertaan asuransi sosial.
Begitu aturan tersebut diumumkan, media sosial China dipenuhi iklan lowongan kerja yang tidak biasa. Berbagai lowongan pekerjaan itu khusus mencari pensiunan. Nama-nama besar seperti McDonald’s dan Universal Studios Beijing juga melakukannya, tetapi mayoritas berasal dari usaha kecil dan mikro.
[Pemilik Restoran Kecil di Hangzhou]:
“Hei, Ayah, bukankah Ayah sudah pensiun bulan Juni? Kalau Ayah tidak punya kegiatan, bantu saja di restoranku. Dengan begitu, aku tidak perlu membayar asuransi sosial untukmu.”
[Pekerja China]:
“Saya berpenghasilan 5.500 yen sebulan. Bos bilang mulai 1 September, kita harus mulai membayar asuransi sosial. Itu berarti 1.500 yen akan dipotong dari gaji saya, sehingga saya hanya punya 4.000 yen. Saya tidak sanggup lagi. ”
Mengapa pensiunan yang dicari? Berdasarkan aturan China saat ini, para pensiunan sudah menerima tunjangan pensiun dasar, jadi perusahaan tidak perlu membayar iuran pensiunan tambahan. Ini dapat menghemat perusahaan hingga 16% di tempat-tempat seperti Shanghai.
[Lai Jianping, Analis Urusan China]:
“Lansia banyak yang mengambil pekerjaan sementara anak muda di-PHK. Tidak ada pekerjaan untuk kaum muda. Mereka hanya berbaring di rumah. Itu akan menyebabkan banyak masalah sosial. Kali ini, pemerintah telah mengambil pendekatan satu ukuran untuk semua, memaksa semua usaha kecil dan mikro ini, bahkan wiraswasta, untuk membeli asuransi sosial bagi karyawan mereka. Itu berarti lonjakan biaya yang sangat besar bagi bisnis-bisnis ini. Akibatnya, mereka akan tutup sendiri. Mereka akan gulung tikar.”
Akademi Ilmu Sosial China memperingatkan bahwa dana pensiun negara sebenarnya bisa habis pada tahun 2035, menimbulkan kekhawatiran besar tentang masa depan jaminan sosial di China.
