Sebuah rumor ramai dibicarakan di media sosial Tiongkok seputar CEO Xiami, Lei Jun membunyikan sinyal atas siasat Beijing terkait larangan keluar negeri dan pengawasan modal. Simak berikut
Sebuah rumor beredar di media sosial Tiongkok mengklaim bahwa CEO Xiaomi, Lei Jun diam-diam mengirim $5 miliar ke luar negeri melalui seorang eksekutif Wells Fargo bermarga Mao.
Xiaomi adalah merek ponsel dan elektronik terkemuka Tiongkok. Bulan Juli lalu, Shenyan Mao, seorang eksekutif Wells Fargo dilaporkan dilarang meninggalkan Tiongkok. Beijing menyebut Mao terjerat kasus pidana, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Xiaomi membantah memiliki hubungan dengan Mao atau Wells Fargo. Perusahaan dan menuduh rumor itu tidak benar dan berencana mengambil tindakan hukum.
Anehnya, rumor seputar CEO Xiami itu beredar bebas di internet Tiongkok yang dikontrol ketat. Analis Tiongkok menyebut perusahaan seperti Xiaomi adalah kunci bagi upaya Beijing untuk bersaing dengan Amerika Serikat.
Umumnya para eksekutif top seperti Lei Jun dilindungi dari berita miring. Sebagai contoh April lalu, sebuah mobil listrik Xiaomi mengalami laka dan menewaskan tiga orang. Dilaporkan bahwa pintu mobil tidak dapat dibuka. Tanggapan publik yang diizinkan muncul di media sosial cenderung sangat mendukung Lei Jun dan bahkan menyalahkan korban. Hal ini menunjukkan kontras yang mencolok dengan reaksi saat ini. Lantas mengapa rumor kali ini dibiarkan tersebar luas?
Menurut analis, ini merupakan peringatan bagi para pemain bisnis agar mematuhi kebijakan Xi Jinping terkait kampanye “kemakmuran bersama” guna mengurangi kesenjangan di Tiongkok.
Namun, kritikus berpendapat hal ini berpengaruh pada sektor swasta dan memperketat kendali atas perekonomian. Ada juga yang berpendapat rumor tersebut mungkin adalah pengalihan isu setelah kemarahan publik atas kasus perundungan siswi yang berujung protes massal.
Penting dicatat bahwa di Tiongkok, semua informasi diatur sangat ketat. Yang diizinkan untuk disebar atau dibatasi sering kali memberikan pesan penting.
