Ekspor Tiongkok ke AS turun drastis di bulan Agustus sebanyak 33%. Data bea cukai dari hari Senin menunjukkan bahwa ekspor AS ke Tiongkok juga turun, turun 16% dibandingkan tahun lalu. Ini terjadi saat pemerintahan Trump menindak pengiriman lintas barang dari Tiongkok ke AS, melalui negara lain seperti Singapura atau Meksiko untuk menghindari tarif.
Kini Washington mengenakan bea masuk sebesar 40% pada bulan Juli untuk setiap pengiriman yang dicurigai sebagai pengiriman lintas. Pertumbuhan Tiongkok sekarang berada pada titik terlemahnya dalam 6 bulan.
Beijing telah berusaha untuk meningkatkan perdagangan dengan negara-negara Asia lainnya dan Uni Eropa untuk mengimbangi ketegangan perdagangan dengan Washington, namun AS tetap menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok.
Kedua belah pihak memperpanjang gencatan senjata tarif mereka selama 90 hari lagi. Tarif AS ke Tiongkok tetap di 55% sementara Tiongkok ke AS di 30%. Namun perdamaian ini masih rapuh. Presiden Trump telah mengancam tarif setinggi 200% jika Tiongkok tidak memenuhi janjinya untuk meningkatkan pengiriman tanah jarang. Untuk saat ini, ekspor bahan tanah jarang ke AS naik hampir 23% per bulan Agustus.
