Fokus

Trump: Kesepakatan Telah Dicapai Tentang TikTok

Presiden Trump mengatakan AS dan China  telah mencapai kesepakatan tentang TikTok. Namun, isu-isu kunci seperti apakah algoritmanya akan ditransfer dan apakah China akan mempertahankan sebagian kepemilikannya, masih belum jelas.

Nasib TikTok terkatung-katung sejak tahun lalu. AS mengesahkan undang-undang yang mewajibkan aplikasi tersebut melepaskan diri dari pemiliknya yang berasal dari China atau akan menghadapi larangan. Presiden Trump sendiri telah memperpanjang batas waktu hingga empat kali.

Dalam pembicaraan dagang antara AS-China di Madrid, kerangka kerja tentang TikTok telah disepakati, dimana Trump dan pemimpin China Xi Jinping diperkirakan akan menyelesaikannya pada hari Jumat. Namun masih terdapat rintangan seputar kesepakatan, salah satunya adalah apakah Kongres yang dikuasai Partai Republik akan menyetujui hal tersebut. Selain itu, belum jelas apakah China akan tetap memiliki saham di TikTok.

Sementara itu, Presiden Trump telah menyebut bahwa Oracle merupakan salah satu calon terdepan yang akan mengambil alih aplikasi tersebut. Saham Oracle dilaporkan naik 5% pada hari Selasa.

AS ingin melarang TikTok atas kekuatiran Beijing dapat menggunakannya untuk memata-matai warga Amerika. TikTok memiliki 170 juta pengguna Amerika.

Trump telah berkata bahwa TikTok memiliki tempat di hatinya, dan aplikasi tersebut membantunya menjangkau para pemilih muda selama pemilu.

Departemen Kehakiman menggugat TikTok dan perusahaan induknya di China tahun lalu. Departemen menuduh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua mereka.

Pemerintah AS juga menuduh TikTok sengaja mengizinkan anak-anak membuat akun TikTok standar, bukannya akun anak-anak. Akibatnya, jutaan anak-anak Amerika di bawah usia 13 tahun menggunakan aplikasi tersebut untuk berinteraksi dengan pengguna dewasa dan mengakses konten dewasa. TikTok membantah melakukan kesalahan apa pun.