Hubungan AS China semakin meruncing setelah pekan lalu Beijing memberlakukan aturan pembatasan tanah jarang. Sepanjang akhir pekan, Presiden Trump melunakkan nadanya dalam unggahan di Truth Social, “Jangan khawatir soal China.” dan bahwa pemimpin China, Xi Jinping, baru saja mengalami “momen buruk”. Dua hari sebelumnya, Trump menaikkan tarif signifikan pada China, membuat total tarif keseluruhan menjadi 130% dan menyebut Beijing sangat bermusuhan. Beijing merespon pada hari Minggu.
Presiden Trump mengunggah postingan terbaru di Truth Social setelah Beijing merespon kenaikan tarifnya. Kementerian Perdagangan China memberikan tanggapan pada Minggu. Pihaknya tidak mengancam dengan tarif balasan, namun menyatakan bahwa China tidak takut pada perang dagang dengan AS. Beijing menyatakan bahwa kontrol ekspor baru China bukan soal larangan ekspor, dan menambahkan bahwa aplikasi yang memenuhi standar China akan disetujui. selama tidak untuk tujuan militer.
Pembatasan baru Beijing menargetkan berbagai macam material tanah jarang yangsangat krusial bagi manufaktur teknologi tinggi dan aplikasi militer. China mendominasi penyulingan mineral tanah jarang. Setelah pernyataan China, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan bahwa AS tidak akan membiarkan China melanjutkan upaya penguasaan mineral tanah jarang. Berikut wawancara Greer pada acara Sunday Briefing di Fox News.
[Jamieson Greer, Perwakilan dagang AS]:
“Mengenai pernyataan mereka hari ini, mereka tidak mengumumkan sesuatu yang spesifik. Sekali lagi, saya pikir mereka menyadari telah bertindak terlalu jauh. Dan ingat, kita punya kesepakatan dengan China sejak Mei yang menyatakan, “Apabila kalian terus mengirimkan kami magnet tanah jarang, kami akan menahan tarif kami.” Nyatanya kini mereka memutuskan untuk memperluas kontrol mereka atas tanah jarang. Jadi, jelas ada pelanggaran terhadap perjanjian kita di sana. Jadi, masuk akal jika presiden mengambil atau mengusulkan tindakan penegakan hukum.
Greer berkata bahwa tidak ada pemberitahuan awal dari Beijing. Sebaliknya, AS mengetahuinya dari sumber lain dan kemudian menghubungi rekanan mereka di China. Perwakilan dagang AS tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan Trump-Xi di akhir bulan. Jumat lalu, Presiden Trump mengisyaratkan akan membatalkan pertemuan dan mengecam China atas apa yang disebutnya “permusuhan dagang yang hebat”.
Reporter : “Apakah Anda membatalkan pertemuan dengan Presiden Xi?”
[Donald Trump, Presiden AS]:
Tidak. Saya tidak tahu apakah kita akan melakukannya, tapi terlepas dari itu, saya akan pergi kesana. Jadi, saya berasumsi kita mungkin akan bertemu, tapi Anda tahu, mereka menghebohkan dunia dengan sesuatu yang sebenarnya bukanlah hal yang akan dilakukan orang. Dan itu mengejutkan. Dari mana asalnya? Itu benar-benar tiba-tiba bukan? Tiba-tiba, mereka datang dengan keseluruhan konsep ekspor impor ini dan tidak ada yang tahu apa pun tentangnya.
Adminsitrasi Trump belum menjadikan kenaikan tarif pada China ini sebagai keputusan final.
Wall Street mengalami sedikit perbaikan pada Senin setelah Trump melunakkan sikapnya pada China. Indeks S&P 500 ditutup menguat, pulih hampir setengah dari penurunan Jumat lalu. Indeks Dow Jones dan Nasdaq juga mencatat penguatan tajam.
Selain indeks, saham-saham perusahaan tanah jarang AS juga mengalami lonjakan pada Senin setelah pemerintahan Trump mendorong peningkatan produksi domestik. Indeks logam dan mineral tanah jarang AS melonjak lebih dari 25% sementara saham MP Materials naik sekitar 20%.
Sementara itu, harga emas dan perak mencapai rekor tertinggi. Logam-logam ini dianggap pilihan investasi yang aman bagi banyak investor di tengah konflik dagang AS-China. Sebaliknya beberapa indeks saham utama China, anjlok di hari Senin, termasuk raksasa teknologi Alibaba dan Tencent mencatat kerugian terbesar.
