Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meluncurkan kerangka perjanjian dagang terbaru yang mencakup investasi Korea di AS bernilai lebih dari $350 miliar di hampir seluruh sektor pembuatan kapal dan industri utama AS.
[Kim Jung Kwan, Menteri Perindustrian Korea Selatan]:
“Pemilihan proyek diperkirakan rampung pada Januari 2029 saat berakhirnya masa jabatan Presiden Trump. Dana yang dibutuhkan untuk implementasi proyek akan dibayarkan dalam 45 hari kerja setelah pemberitahuan dari AS soal pemilihan tujuan investasi.”
Pengumuman tersebut menyusul pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung Oktober lalu, dimana keduanya setuju menurunkan tarif impor Korea menjadi 15%. Para pejabat mengatakan MoU terbaru menguraikan sederet proyek mulai dari galangan kapal, AI hingga energi nuklir. Kesepakatan tersebut juga membuka pintu bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir dan memperluas kemampuan pengolahan bahan bakar.
Korsel berjanji akan menunaikan pembayaran investasinya secara bertahap untuk menghindari gejolak mata uang. Korsel juga akan menaikkan anggaran pertahanan menjadi 3,5% dari PDB, menjadi sekutu AS pertama di luar NATO yang memenuhi kriteria Trump pada KTT G20.
