Fokus

Misteri Kematian Siswa di China Picu Protes Di Tengah Isu Pengambilan Organ

Aksi protes menuntut keadilan meletus di China bagian Tengah, menyusul kematian siswa berusia 13 tahun di sekolahnya minggu lalu. Pihak sekolah berupaya menyingkirkan jasadnya secara diam-diam tanpa membiarkan orang tuanya melihat. Saat ini diketahui otoritas setempat berupaya membungkam orang tua siswa tersebut. Insiden ini sontak memicu kritik tajam dan kecurigaan yang mendorong massa turun ke jalan.

Apa yang mereka tuntut dari pihak berwenang dan mengapa mereka menyebut insiden ini sebagai penutupan kejahatan yang mengacam keselamatan warga? Berikut informasi selengkapnya. Beberapa mungkin mengganggap konten berikut mengganggu.

Sebuah video memperlihatkan sekolah mencoba memindahkan jasad dengan ambulans segera setelah sang siswa dinyatakan meninggal. Tampak sebuah truk yang dikendarai paman siswa itu meminta ambulans berhenti sebelum orang tuanya datang melihat jenazahnya.

“Kalian tidak boleh membawa jasadnya, Kalian jangan pergi dulu. Dia sudah meninggal, kalian harus tunggu orang tuanya datang. Kalian tidak boleh bawa pergi jasadnya begitu saja.”

Saat orang tuanya tiba, mereka melihat bercak darah di sudut mulut sang anak dan lubang di dada kirinya. Namun tak ada seorang pun dari pihak sekolah yang memberikan penjelasan.

“Kalian semua coba lihat, putera saya tadinya ada di sekolah, namun entah bagaimana kini dia sudah meninggal. Dan sekolah tidak memberikan penjelasan sama sekali. Kami bahkan tidak tahu bagaimana putera saya bisa meninggal. Sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa memberi penjelasan, mereka terus saja menyuruh kami menunggu”

Orang tua siswa itu berkata bahwa putera mereka tidak ada masalah dengan kesehatannya. Pihak sekolah dikabarkan tidak memberikan informasi apapun dan menolak menyerahkan rekaman CCTV dengan alasan kamera pengawasnya rusak. Minimnya transparansi ini mendorong massa datang dan menuntut sekolah, termasuk orang tua siswa lainnya.

Terdengar massa menuntut penyelidikan independen atas kematian siswa itu. Protes berlangsung sepanjang hari. Video menunjukkan aparat berwajib dikerahkan untuk meredam aksi protes. Kekhawatiran mulai bermunculan di internet seputar apakah siswa itu menjadi target pengambilan organ. Informasi daring yang beredar menyebut kemungkinan keluarga dari siswa tersebut telah diancam karena orang tuanya tidak bersuara semenjak kejadian.

Ini bukanlah kasus pertama. September lalu, seorang siswa SMA di Tianjin, China, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tempatnya dirawat. Keluarga mendapatkan bahwa organ hati anaknya hilang, sementara organ lainnya dalam kondisi tertusuk. Ia dikabarkan jatuh dari lantai dua gedung sekolah dan pihak sekolah mengonfirmasi tulangnya mengalami keretakan.

slot gacor