Partai Komunis China dan Rusia tengah mengupayakan penguatan kerjasama militer antar keduanya di tengah krisis politik Venezuela dan Iran. Koresponden NTD Luis Martinez melaporkan.
Menteri Pertahanan Partai Komunis China dan Federasi Rusia bertemu guna membahas upaya kerja sama keamanan yang lebih kokoh setelah rezim sekutu mereka Venezuela dan Iran gagal mempertahankan kendali akibat tekanan internal dan eksternal.
[Andrei Belousov, Menteri Pertahanan Rusia]:
“Sejak pertemuan terakhir kami dengan Anda di Qingdao bulan Juni tahun lalu, banyak peristiwa yang berdampak signifikan terhadap situasi global. Kasus Venezuela dan Iran menjadi agenda kami bersama untuk terus menganalisis situasi keamanan dan mengambil tindakan yang tepat hari ini. Dalam konteks perubahan dinamis dalam situasi militer dan politik global, pertukaran pandangan mengenai kerja sama militer sangatlah penting.”
[Dong Jun, Menteri Pertahanan PKT]:
“Sudah menjadi tradisi kami untuk menjalin ikatan strategis di momen-momen penting melalui berbagai bentuk dan saluran. Saya percaya bahwa mengingat perubahan situasi global, komunikasi dan hubungan kita saat ini tepat waktu dan krusial.”
Setelah penangkapan ex presiden Venezuela, Nicolás Maduro oleh AS, pengiriman minyak dari Amerika Selatan ke China telah dihentikan. Presiden sementara saat ini membuka ekonomi Venezuela bagi perusahaan minyak AS.
[Delcy Rodríguez, Presiden Interim Venezuela]:
“Saya percaya ini adalah rencana terbaik bagi masa depan negara kita dan juga bagi kita untuk memperkuat dan memperkokoh kerja sama energi internasional dengan pihak-pihak yang ingin datang ke tanah air kita dengan hukum yang jelas, kepastian hukum, dan peraturan yang disesuaikan dengan praktik internasional di sektor ini. Saya percaya ini sangat positif bagi Venezuela.”
Secara retorika, rezim Venezuela terlihat menentang AS. Namun di balik layar, presiden interim sedang merundingkan pembebasan tahanan politik dengan Washington.
[Delcy Rodríguez, Presiden Interim Venezuela]:
“Itulah mengapa penting bagi kita untuk membuka ruang bagi perbedaan pendapat yang demokratis, tetapi biarlah itu menjadi politik dengan huruf kapital P dan dengan V untuk Venezuela. Cukup sudah komando Washington terhadap politisi kami. Biarkan Venezuela menyelesaikan perbedaan dan konflik internal kita.”
Pernah menjadi sekutu terkuat China dan Rusia di Amerika Selatan, Venezuela kini secara aktif berupaya membangun kembali hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Utusan pertama Departemen Luar Negeri AS telah melakukan perjalanan ke Venezuela dan Direktur CIA John Ratcliffe telah bertemu dengan presiden interim Delcy Rodríguez. CIA telah berada di Venezuela selama beberapa bulan dan diperkirakan akan terus beroperasi di wilayah Amerika Selatan. Luis Eduardo Martinez, NTD News.
