“Kemalangan dan keberuntungan tidak mengenal pintu; keduanya diakibatkan oleh manusia itu sendiri.” Leluhur memperingatkan kita: alasan orang menghadapi kesulitan seringkali berasal dari pelanggaran pantangan. Karena semua keadaan hidup kita alami oleh karena tindakan kita sendiri, kita tidak dapat menyalahkan orang lain.
Ada 10 pantangan utama yang harus diingat dengan teguh.
1. Menentang orang tua
Orang tua melahirkan kita, membesarkan kita, dan merawat kita dengan pengabdian yang tak tergoyahkan. Mereka khawatir tanpa henti dan mengorbankan segalanya untuk kita. Kita harus berusaha untuk berbakti — bagaimana mungkin kita menentang mereka, membuat mereka marah, membuat mereka sedih, atau menghancurkan hati mereka? Tindakan seperti itu sangat mengurangi berkah seseorang.
2. Tidak Menepati Janji, Menipu, Berbohong
Seseorang tanpa integritas sama sekali tidak berguna. Begitu kepercayaan hilang, seseorang akan kesulitan untuk berdiri teguh di masyarakat. Oleh karena itu, dalam berurusan dengan orang lain, kita harus berhati-hati dalam ucapan dan tindakan. Kita tidak boleh menjanjikan sesuatu jika kita tidak mampu mewujudkannya. Begitu kepercayaan rusak, sulit untuk mendapatkannya kembali.
3. Membesar-besarkan Diri
Tao Te Ching menyatakan: ‘Jalan langit mengurangi yang berlebihan untuk melengkapi yang berkekurangan.’ Jika Anda membanggakan setiap pencapaian kecil karena takut orang lain tidak menyadarinya, maka perbuatan baik itu akan segera berubah menjadi sesuatu yang buruk. Sebab Anda memiliki ‘kelebihan’, dan kelebihan tersebut harus dibagikan kepada mereka yang ‘kekurangan’.”
4. Menyalahkan Orang Lain
Huineng dari Buddhisme Zen berkata: “Semua bidang kebajikan dan kebaikan tidak terpisah dari pikiran.” Sebenarnya, semua yang kita alami saling terkait dengan pikiran, kata-kata, dan perbuatan kita sendiri. Sebaiknya, kita harus introspeksi diri. Menyalahkan orang lain tidak ada gunanya — itu hanya memperbanyak masalah kita sendiri tanpa menyelesaikan apa pun.
5. Memaksakan Kehendak pada Orang Lain
Jangan memaksakan pada orang lain apa yang tidak anda inginkan. Seperti pepatah, “Melon yang dipelintir dengan paksa tidak akan pernah manis.” Bahkan hal-hal yang kita suka pun tidak boleh dipaksakan kepada orang lain.

6. Kehilangan Kendali Emosi
Dalam semua interaksi, jaga ketenangan setiap saat dan di setiap tempat. Hindari kehilangan kendali emosi. Jika tidak, itu tidak hanya tidak menyelesaikan apa pun tetapi juga merugikan orang lain dan diri anda sendiri.
7. Menghina Orang Lain
Apa yang anda tabur, itulah yang anda tuai. Perlakukan orang lain dengan baik dan hormat, dan anda akan menerima hal yang sama sebagai balasannya. Mengejek dan mencemooh orang lain, dan anda akan diejek dan dicemooh sebagai balasannya.
8. Menendang Seseorang saat Mereka Jatuh
Seperti pepatah mengatakan: “Nasib berubah seperti pasang surut.” Ketika orang lain menghadapi kemalangan, seseorang harus bertindak dengan kebaikan dan integritas. Jangan memanfaatkan kesulitan mereka dengan menendang mereka saat mereka jatuh.
9. Kesombongan dan Keangkuhan
Kerendahan hati membawa manfaat; kesombongan mengundang kerugian. Hanya melalui kerendahan hati seseorang dapat maju dan memperoleh keuntungan. Kesombongan dan mementingkan diri sendiri pasti akan menyebabkan kerugian, apa pun keadaannya.
10. Mengkhianati Kebaikan dengan Kejahatan
Kebijaksanaan kuno mengajarkan: “Terima setetes kebaikan, balaslah dengan banyak kebaikan.” Mereka yang gagal menunjukkan rasa terima kasih, malah membalas kebaikan dengan pengkhianatan, melanggar prinsip moral dan etika manusia. Tindakan seperti itu pasti mengundang kemalangan.
