Fokus

Hackers Asal China Targetkan Infrastruktur Kunci AS

Infrastruktur vital AS tengah diserang dengan ancaman yang kian meningkat hari ke hari. Laporan terbaru mengungkap bahwa peretas yang disponsori rezim China menargetkan berbagai sektor, mulai dari jaringan listrik hingga fasilitas migas, memicu kekhawatiran keamanan siber baik di dalam maupun diluar negeri.

Menurut Dragos, sebuah perusahaan keamanan siber yang menaungi perlindungan energi, air, dan infrastruktur penting lain, muncul tiga gembong peretas baru tahun lalu. Mereka termasuk dalam daftar entitas yang berupaya membobol infrastruktur kunci AS.

Satu kelompok bernama Volt Zyte yang terafiliasi dengan Beijing diketahui tidak mengincar data ataupun hak intelektual. Fokus mereka adalah mengganggu, menyabotase, serta melumpuhkan sistem kendali.

Kelompok peretas asal China bernama Azurite berfokus pada mendapatkan akses ke jaringan teknik termasuk pertahanan dan utilitas seperti gas dan minyak.

Mereka telah mencuri dokumen sensitif dari organisasi-organisasi di AS, Eropa, dan Asia-Pasifik. Pakar mengatakan serangan ini menunjukkan betapa sulitnya mempertahankan infrastruktur vital di era digital modern.

Pada 2024, Christopher Wray yang menjabat Direktur FBI saat itu,memperingatkan tentang meningkatnya jumlah serangan rezim China terhadap infrastruktur kritis AS. NTD telah menghubungi FBI untuk memberikan komentar namun belum menerima jawaban hingga waktu tayang.