Eskalasi lebih lanjut dalam perseteruan berbulan-bulan antara China dan Jepang tentang Taiwan. Jepang akan mengerahkan rudal di dekat Taiwan dalam beberapa tahun mendatang.
Hari Selasa, para pejabat Jepang berkata rudal-rudal akan ditempatkan di Pulau Yonaguni. Ini adalah pulau paling barat Jepang, sekitar 70 mil dari Taiwan. Di hari yang cerah, garis pantai Taiwan terlihat dari Yonaguni. Pengerahan akan selesai pada 2031, menandai pertama kalinya Jepang mengumumkan jadwal spesifik untuk penempatan rudal di pulau tersebut.
Ini dilakukan setelah Beijing menjatuhkan sanksi pada 40 perusahaan dan lembaga Jepang. Setengahnya dimasukkan ke dalam daftar kontrol ekspor, melarang eksportir China menjual barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan sipil dan militer. Perusahaan-perusahaan sisanya ditambahkan ke daftar pengawasan yang mengharuskan eksportir China mendapatkan izin sebelum menjual. Ini bertujuan untuk membatasi kemampuan Jepang mengembangkan militernya.
Beijing telah meningkatkan ancaman militernya terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir. Pemimpin Partai Komunis China, Xi Jinping, telah memerintahkan militer untuk bersiap menghadapi potensi pengambilalihan Taiwan pada 2027, kurang dari setahun lagi. Walau bukan berarti China akan langsung menyerang Taiwan saat itu, tetapi jangka waktu tersebut telah menimbulkan kekhawatiran serius di Jepang, negara tetangga dan sekutu Taiwan.
November lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berkata Jepang dapat merespon secara militer jika China menyerang Taiwan. Pernyataan ini dikritik keras oleh Beijing.
