Fokus

Bagaimana Celah Keamanan Kamera Buatan China Bantu AS Melacak Pemimpin Iran

Awal serangan ke Iran, sistem pengawasan Tehran yang dibangun untuk memantau rakyat justru membantu AS dan Israel dalam melacak keberadaan Ali Khemenei yang berujung pada kematiannya. China selaku pihak yang membantu Iran dalam membangun sistem itu tidak menyangka bahwa sistem itu telah disadap oleh AS selama bertahun-tahun. Hal ini mengirimkan efek gentar bagi pemegang kekuasaan di Beijing, karena China sendiri mengoperasikan sistem pengawasan serupa dengan skala yang jauh lebih besar.

Pekan lalu Financial Times melaporkan bahwa sebelum serangan diluncurkan, intelijen AS dan Israel telah mempelajari peta jalan Tehran selama bertahun-tahun. Mereka menggunakan model bantuan AI untuk menganalisis hasil tangkapan kamera tepat waktu guna memahami pergerakan internal pejabat Iran secara sistematis. Data Intelijen ini sangat membantu AS dan Israel dalam menargetkan dan menghabisi pemimpin rezim Iran.

Menariknya, kamera pengawas yang digunakan Iran juga terpasang di seluruh jalan di Beijing. Selama puluhan tahun, produsen China seperti Hikvision, Dahua, dan Tiandy telah memasok teknologi pengawasan ke rezim Iran, mulai dari perangkat lunak hingga perangkat fisik. Hal ini didasarkan kepentingan untuk mengontrol rakyatnya yang mendorong rezim China untuk terus membangun teknologi ini selangkah lebih maju dibanding negara lain.

Zineb Riboua, seorang analis urusan Timur Tengah dan China memberikan pandangannya.

[Zineb Riboua, Analis Kebijakan Urusan Timur Tengah dan China]:

“Jika kita lihat, China telah membantu seluruh arsitektur telekomunikasi Iran. Mereka membuatnya sama persis dengan yang di Beijing. Saat protes pecah di seluruh Iran Januari lalu, mereka menindak para demonstran secara brutal, karena Iran punya teknologi China yang sangat canggih, teknologi yang dibuat sedemikian rupa hingga bisa melacak dengan sangat mudah siapa yang memakai hijab dan tidak, siapa yang melakukan ini atau itu, karena mereka telah mengujicobanya kepada kaum Uyghur.”

China memiliki kamera pengawas terbanyak di dunia dan mendominasi ekspor teknologi tersebut secara global. Selama bertahun-tahun, berbagai negara telah menyatakan kekhawatiran akan adanya celah keamanan pada produk buatan China. Mereka khawatir perangkat tersebut bisa difungsikan Beijing untuk mengintai wilayah mereka. Masalahnya, pintu belakang ini tidak hanya bisa diakses Beijing, tapi juga para peretas.

Pada 2023, sebuah perusahaan teknologi AS berhasil meretas kamera Hikvision buatan China dalam waktu 11 detik. Pihak perusahaan memperingatkan bahwa kerentanan ini terkait celah keamanan yang dipasang Hikvision dalam produknya, meski klaim itu dibantah oleh Hikvision. Para analis berpendapat alat pengintai rezim untuk memantau dan menekan pembangkang justru bisa menjadi bumerang. Sementara rezim sibuk memantau warganya, inteligen AS mungkin juga sedang ikut mengawasi.