Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan komentar blak-blakan baru-baru ini Forum Ekonomi Nasional Reagan 2026. Ia berkata bahwa AS telah mengutamakan globalisasi dan efisiensi selama puluhan tahun dengan mengorbankan produksi dalam negeri dan ketahanan negara.
[Scott Bessent, Menteri Keuangan AS]:
“Kenyataannya, Amerika telah tertidur terlalu lama. Kita salah mengartikan kenyamanan sebagai kekuatan, menggantikan ketahanan dengan efisiensi dan mengukur kemakmuran melalui konsumsi. Kita meyakinkan diri sendiri bahwa selama barang-barang lebih murah di luar negeri, tidak masalah jika pabrik-pabrik tutup di Michigan, Ohio, atau Pennsylvania. Namun Amerika telah terbangun. Kita sadar bahwa ekonomi yang tangguh adalah fondasi republik yang kuat.”
Ia memberi contoh pendekatan AS pada China. Bessent mengatakan awalnya pembuat kebijakan percaya hubungan ekonomi yang lebih dalam akan mendorong China membuka pasar dan mengikuti peraturan internasional. Namun, hal itu tidak terjadi.
“Keanggotaan China di WTO dan pemberian status hubungan perdagangan normal permanen diberitahukan ke rakyat Amerika sebagai langkah yang akan menyeimbangkan pasar dan mengubah prilaku. Sebaliknya, kita justru membiarkan pekerja kita bersaing melawan subsidi yang didukung negara, kelebihan kapasitas, dan praktik-praktik yang mendistorsi perdagangan serta merusak prinsip timbal balik. Kita menganggap sistem berbasis aturan akan menertibkan perilaku-perilaku tersebut, namun ternyata di banyak sektor sistem itu justru mengakomodasi mereka. Pandemi tidak menciptakan rantai pasokan kita yang rapuh, namun justru mengungkapnya. Tiba-tiba, ekonomi paling maju di dunia menemukan dirinya sebagian bergantung pada pemasok asing untuk semikonduktor, baterai berkapasitas besar, mineral kritis, dan obat-obatan yang tidak lagi kita produksi di dalam negeri.”
Selain Menteri Keuangan, CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon juga menekankan pentingnya mempertahankan keunggulan militer dan ekonomi AS.
[Jamie Dimon, CEO JP Morgan Chase]:
“Fondasi bagi kita, kita wajib mempertahankan militer terkuat di dunia. Ini perlindungan terbaik pada segala hal yang Anda lihat atau tidak lihat hari ini. Yang mendasar, ekonomi terbaik di dunia. Keduanya saling berkaitan. Jika Anda ingin mempertahankan dolar sebagai mata uang cadangan, jika kita tidak jadi militer terdepan dan ekonomi terdepan dunia dalam 30 tahun, kita tak akan jadi mata uang cadangan terdepan.”
