Laporan Bloomberg mengungkapkan sedikitnya tujuh universitas asal China yang terkoneksi dengan proyek pertahanan dan militer tengah berupaya mendapatkan chip H200 buatan Nvidia. Dua di antaranya merupakan bagian dari China’s Seven Sons of National Defense”, sebuah kelompok yang dikenal menunjang riset dan pengembangan militer dan telah masuk dalam daftar hitam AS.
Selain itu, lebih dari 25 universitas dan lab riset militer China dilaporkan telah menggunakan atau sedang mencari chip AI Nvidia model lama, beberapa di antaranya menggunakan jasa perantara pihak ketiga.
Temuan ini membuktikan tingginya ketergantungan China pada chip Nvidia, meski mereka sedang gencar mengembangkan semikonduktor lokal. Kasus ini sekaligus menjadi tantangan besar bagi pemerintah AS dalam melindungi teknologi AI mutakhir agar tidak jatuh ke tangan militer Beijing. Penemuan ini sekaligus memicu pertanyaan apakah sanksi AS saat ini cukup ketat.
