Kedutaan Besar AS di China mengeluarkan peringatan dwibahasa pada Minggu bahwa Beijing berpotensi menyasar warga Amerika yang memiliki hubungan dengan instansi pemerintah, lembaga publik, maupun perusahaan swasta. Peringatan ini juga berlaku bagi warga negara AS keturunan China.
Sehari sebelumnya, pihak kedutaan memperingatkan bahwa otoritas China kerap melakukan tindakan hukum sewenang-wenang tanpa aturan hukum yang jelas yang bisa berujung pada penahanan, penangkapan, hingga larangan keluar dari China bagi warga negara asing.
Di saat bersamaan, kedutaan juga mengingatkan bahwa China tidak mengakui kewarganegaraan ganda, sehingga warga yang masuk dengan dokumen perjalanan China terancam kehilangan akses bantuan konsuler AS jika mengalami penahanan atau larangan keluar.
Peringatan ini dikeluarkan setelah China menahan seorang warga negara AS asal Myanmar bernama Bany saat datang untuk menghadiri konferensi di China. Ia ditahan atas tuduhan dugaan spionase dan membahayakan keamanan nasional China.
