Fokus

Huawei Jalani Persidangan di AS atas Bisnisnya di Iran

Delapan tahun setelah tuduhan pertama, raksasa teknologi Huawei, akhirnya menjalani sidang di New York atas dugaan pelanggaran sanksi Iran, penipuan bank, dan pencurian rahasia dagang AS.

Pemilihan juri dimulai Selasa pagi di Pengadilan Federal Brooklyn. Tuduhan terhadap Huawei cukup luas. Jaksa menuduh Huawei menjalankan skema bertahun-tahun untuk mencuri rahasia dagang perusahaan teknologi AS dan melakukan bisnis di Korea Utara meski melanggar sanksi AS.

Mereka juga menuduh Huawei melakukan pemerasan, manipulasi transaksi keuangan, pencucian uang, serta pelanggaran sanksi AS atas Iran. Bisnis yang dilakukan lewat perusahaan Hong Kong, Skycom mengalirkan ratusan juta dolar lewat sistem keuangan AS.

Huawei mengaku tidak bersalah dan membantah semua tuduhan. Kasus yang bermula pada 2018 ini menyeret nama CFO Huawei, Meng Wanzhou. Meng ditangkap di Kanada delapan tahun lalu dan dibebaskan pada 2021 setelah ia mengaku memanipulasi sebuah institusi perbankan terkait bisnis Huawei di Iran. Hakim berpendapat pernyataannya bisa dijadikan bukti melawan Huawei di persidangan.

Persidangan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan di tengah sensitifnya situasi politik. Pemimpin China, Xi Jinping, dijadwalkan bertemu Presiden Trump di Washington pada 24 September. Momen ini kian menyoroti persaingan teknologi antara AS dan China.

slot gacor

situs slot gacor