Pasangan suami istri asal China di California, didakwa atas dugaan penyiksaan atas sedikitnya 14 anak hasil surogasi dari ibu penyewa rahim. Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman, menyebut sejumlah anak berusia 2 bulan hingga 4 tahun disekap di sebuah rumah mewah yang dipantau ketat dan digambarkan sebagai rumah horor.
[Nathan Hochman, Jaksa Wilayah LA]: ”
Kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sangat mengerikan,. Penyiksaan fisik, pemukulan, serta hukuman yang dialami anak-anak itu sungguh kejam.”
Guojun Xuan dan Sylvia Zhang, masing-masing berusia 66 dan 39 merupakan orang tua dari 21 anak, yang sebagian besar lahir melalui yayasan surogasi yang mereka dirikan pada 2021. Sejumlah korban penitipan rahim ditipu bahwa Zhang adalah ibu tunggal yang sedang berjuang memiliki anak.
[Nathan Hochman, Jaksa Wilayah LA]:
”Hal lainnya, mereka memberi tahu salah satu ibu pengganti bahwa mereka hanya punya satu anak perempuan dan membayarnya $65.000. Kepada ibu pengganti lain, mereka mengaku sedang mencari anak ajaib’ dan membayarnya $135.000.”
Rumah mewah pasangan itu dilengkapi tiga pusat pembelajaran, tempat dimana pengasuh atau pengajar mendisiplinkan anak, yang mana dilakukan melalui pemukulan fisik harian yang dipantau langsung oleh terdakwa lewat audio dan video. Beberapa bentuk penyiksaan termasuk anak-anak dipukul di bagian kepala, bokong, atau dihantam dengan sepatu, sementara pasangan itu tertawa saat memantaunya lewat CCTV. Berdasarkan pernyataan pengacara terdakwa, motivasi kliennya memiliki keluarga besar adalah demi melahirkan warga negara yang baik bagi masyarakat.
[Robert Luna, Departemen Kepolisian LA County]:
“Kami akan terus bekerja untuk menuntut keadilan bagi ke 21 anak yang menjadi korban atas kasus ini. Mereka berhak mendapatkan perlindungan.”
Jika terbukti bersalah, Xuan terancam hukuman 17 tahun penjara, Zhang 11 tahun, sementara pengasuhnya, Chunmei Li, terancam 12 tahun. Surat penangkapan resmi telah diterbitkan.
