Bekerja sambil mengurus anak balita adalah realita bagi pekerja Amerika. Lebih dari sepertiga tenaga kerja Amerika adalah pekerja lepas dan banyak perusahaan yang saat ini lebih terbuka dalam hal “bekerja jarak jauh.” Pekerjaan ini menawarkan kebebasan, namun juga menghadirkan tantangan bagi para orang tua yang memiliki balita. Kita tahu, tempat penitipan anak dan pengasuh bayi itu mahal, namun bagaimana caranya Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dengan balita mengikuti Anda kemana-mana?
Saya telah melalui gelombang kesulitan ini, karena lima tahun yang lalu saya menjadi seorang ibu. Saya memiliki tiga orang anak. Orang tua lain sering bertanya bagaimana Saya dapat menyelesaikan pekerjaan Saya. Berikut beberapa hal yang Saya pelajari:
1. Ubah sudut pandang pada pekerjaan
Sebelum anak sulung lahir, Saya dapat bekerja sepanjang hari. Sebagai seorang ibu, empat jam adalah tenggang waktu terpanjang tanpa gangguan yang pernah Saya dapatkan. Lebih sering hanya satu jam. Para orang tua yang bekerja di rumah harus menerima perubahan ini. Anda harus siap memanfaatkan waktu luang dan mengerjakan pekerjaan Anda setiap kali ada kesempatan. Menyesuaikan diri dengan realitas baru, sangat penting.
Berita baiknya adalah Anda akan belajar meningkatkan produktivitas dengan cepat. Saya malu jika mengingat betapa tidak efisiennya Saya menggunakan waktu sebelum menjadi ibu. Sekarang Saya dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam rentang waktu yang sama dengan waktu yang Saya butuhkan dahulu, hanya untuk memulai pekerjaan.
2. Manfaatkan buku catatan
Saya melakukan banyak pekerjaan melalui buku catatan yang selalu saya bawa kemana-mana. Pada beberapa kesempatan, orang tua memiliki beberapa menit waktu luang. Waktu tersebut tidak cukup untuk membuka laptop, tetapi sudah cukup untuk mengambil buku catatan dan mengembangkan beberapa ide atau menuliskan hal-hal yang harus dikerjakan. Dengan demikian, ketika Anda memiliki kesempatan membuka laptop, tinggal buka buku catatan dan mulai dari sana. Anda tidak akan menghabiskan banyak waktu berharga dalam tahap perencanaan.
3. Menerapkan waktu tenang di sore hari
Anak kedua dan ketiga masih tidur siang, sedang anak sulung tidak. Akan tetapi Saya memintanya tetap berada di kamarnya sekitar satu jam setiap sore. Dia memanfaatkannya untuk melihat-lihat buku atau bermain dengan tenang. Baginya, aktivitas ini memiliki manfaat sama dengan tidur siang karena memberi dia waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi. Manfaat bagi Saya lebih besar lagi. Waktu tenang di sore hari adalah penyelamat. Saya tidak dapat melakukan pekerjaan tanpanya.
4. Memikirkan ulang ketersedian waktu anda
Orang tua yang ingin bekerja dari rumah harus memperhatikan jadwal mingguan. Apakah ada waktu yang Anda anggap terlarang tetapi sebenarnya dapat digunakan untuk bekerja?
Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah blog yang dibuat oleh seorang ibu yang mengatakan dia selalu pergi ke kafe pada hari Sabtu pagi untuk bekerja. Pada saat itu, terasa mustahil bagi saya. Saya yakin keluarga kami harus berkumpul pada hari Sabtu pagi. Tetapi kemudian saya menghadapi tenggat waktu dan harus pergi ke kafe pada hari Sabtu pagi. Sejak itu, kegiatan ini menjadi menjadi rutinitas.
5. Jangan bekerja dan menjaga anak di waktu yang bersamaan
Ini mungkin pernyataan yang bersifat pribadi, tetapi Saya mencoba untuk tidak pernah bekerja dan menjaga anak-anak pada saat yang bersamaan. Saya hanya bekerja ketika mereka tidur atau dijaga oleh orang lain. Kadang-kadang saya menghadapi tenggat waktu dan tidak punya pilihan. Tetapi menurut pengalaman, ini sangat kontraproduktif. Saya hanya dapat menyelesaikan sangat sedikit dan Saya membentak anak-anak karena mengganggu saya. Semuanya gagal.
Lima poin ini adalah pelajaran terbesar yang Saya dapatkan dari lima tahun menyeimbangkan peran ibu dengan pekerjaaan lepas. Meskipun saat ini Saya masih memerlukan ruang untuk bertumbuh, pelajaran ini sangat membantu keseimbangan kehidupan kerja Saya dan mudah-mudahan akan membantu Anda juga. (emmafreire/theepochtimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
