Pesan seorang ayah yang “tidak membantu isterinya” menjadi viral karena makna dibaliknya. Dalam sebuah tulisan yang diunggah secara daring, dia menjelaskan arti dari kemitraan dan mengapa, kata “membantu” bukan kata yang tepat untuk digunakan.
Pria anonim itu mengingat kembali kunjungan dari seorang temannya. Saat sedang asyik mengobrol dan bertukar kabar, dia meminta ijin sebentar untuk mencuci piring. Temannya memandang seolah-olah dia akan “membuat pesawat antariksa,” tulisnya. Masih takjub, temannya berkata, “Saya senang Anda membantu istri. Saya tidak membantu karena istri saya tidak memuji saya ketika saya melakukannya. Minggu lalu saya mengepel lantai dan tidak ada ucapan terima kasih.”
Mendengar itu, si pria memutuskan untuk duduk kembali dan berbicara pada tamunya. Dalam pandangannya, dia bukan pembantu istrinya tetapi mitra yang setara. “Saya seorang mitra di rumah dan masyarakatlah yang membagi fungsi-fungsinya. Tetapi melakukan tugas rumah tangga bukan sebuah bantuan,“ tulisnya.
Baginya, tugas rumah tangga sehari-hari dilakukan oleh semua yang tinggal di rumah itu, karena mereka perlu melakukannya. Dan itu bukan melulu pekerjaan satu orang. Dia menuliskan beberapa contoh menyentuh mengapa mengerjakan tugas rumah tangga juga bermanfaat baginya. “Saya tidak membantu istri saya mencuci piring setelah makan karena saya juga memakai piring-piring itu,” atau “Saya tidak membantu istri saya mencuci, menjemur, atau melipat pakaian, karena pakaian itu juga milik saya dan anak-anak saya,” tulisnya.
Pria itu menanyakan pada teman yang menuntut ucapan terima kasih dari istrinya atas bantuannya yang sesekali itu, “kapan terakhir kali dia mengucapkan terima kasih pada istrinya untuk tugas rumah tangga yang dikerjakan istrinya setiap hari.” Dia menyalahkan “budaya macho” karena tamunya merasa tugas rumah tangga adalah pekerjaan khusus wanita, yang sebenarnya, adalah sebuah kerja sama bagi pasangan suami istri.
Sebagai penutup, pria itu menasihati para suami lainnya: “Bantulah istri Anda seperti seorang teman sejati, bukan sebagai tamu.”
“Perubahan di masyarakat dimulai dari rumah kita, mari kita ajarkan putra putri kita arti sebenarnya dari keluarga!” dia menutup postingan viralnya dengan kalimat itu.
Unggahan dari seorang penulis yang tidak dikenal pada awalnya diunggah oleh influencer dan seorang ibu dengan empat anak bernama Tony Hatinger, bersama dengan gambar suaminya sedang mencuci piring. John Hoxie kemudian mengunggah ulang surat tersebut. Akhirnya menggegerkan dunia maya. Dari kedua orang yang mengunggah surat tersebut, telah dibagikan lebih dari satu juta kali.
Beberapa ribu pengguna Facebook memuji pandangan luar biasa sang ayah mengenai tugas rumah tangga. Satu komentar memuji, “pemikiran yang luar biasa.”
Sementara yang lain berteriak, “Dulu membuatku jengkel ketika orang-orang mengatakan ‘ayah yang mengasuh anak-anak’ saat si ibu pergi tanpa membawa anak-anak. Seorang ayah bukanlah ‘pengasuh anak’ untuk anak-anaknya sendiri.”
Salah satu akun Facebook menuliskan bahwa “Ini adalah kemitraan. Teladan terbaik untuk mendidik anak-anak Anda. Anak melakukan apa yang dilakukan orang tua, bukan apa yang dikatakan.” (LoriCSummers/theepochtimes/sia/feb)
Lebih banyak artikel Keluarga silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
