Keluarga

6 Aktivitas yang Dapat Dilakukan Bersama Anak Saat Social Distancing atau Physical Distancing

Mewarnai
Mewarnai. (Pixabay)

Social distancing atau physical distancing, seperti yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia baru-baru ini, telah banyak diterapkan oleh sebagian masyarakat Indonesia, termasuk di bidang pendidikan. Pada umumnya pembelajaran dialihkan melalui e-learning di rumah. Berbeda dengan anak yang lebih besar, pembelajaran e-learning untuk anak yang lebih muda, umumnya masih perlu didampingi oleh orang tua, terutama pada anak usia dini. Meski tetap dilakukan e-learning, umumnya durasi pembelajarannya lebih dipersingkat. Hal ini yang kemudian menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi orang tua. Mengingat sisa waktu yang masih panjang, orang tua perlu memiliki banyak ide untuk dilakukan bersama anak-anak agar tidak merasa bosan di rumah. Terutama jika orang tua bertekad ingin membatasi waktu anak menggunakan gadget.

Berikut beberapa aktivitas yang mungkin dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.

Aktivitas di luar

Jika memiliki halaman, inilah saatnya mengeksplorasi area ini. Anda dapat berkebun bersama anak, menyiram tanaman, bermain air, atau mencari dedaunan. Jika tidak memiliki halaman, jangan berkecil hati, Anda dapat berjalan-jalan di luar (tentu saja tetap menghindari keramaian). Berjalan sepanjang blok rumah Anda, di siang hari saat jalanan sepi. Mengamati binatang-binatang kecil yang ditemukan, memotret hal-hal yang menarik minat anak Anda, mencari tahu apa nama pohon yang dilewati. Apapun spontanitas saat itu, lakukanlah… dan biarkan anak Anda memenuhi keingintahuannya.

Activity book

Isi kesibukan anak dengan aktivitas yang disukainya, seperti menggambar, menempel stiker, berhitung, bermain labirin dan lain-lain. Anda dapat membeli wipe-clean activity book yang dapat digunakan berkali-kali. Jika buku aktivitas tidak dapat dihapus, iris setiap halamannya dan masukkan masing-masing ke dalam document keeper. Biarkan anak mencoret-coret diatas plastik document. Jika Anda tidak memiliki buku aktivitas, saat ini sudah tersedia sangat banyak lembar aktivitas ?printable? yang dapat diunduh secara gratis.

Sains sederhana

Bagaimana jika bermain sains sederhana? Puaskan rasa keingintahuan anak dengan melakukan eksperimen sederhana. Seperti “walking water” (mencampur dua warna, sehingga mendapatkan warna yang berbeda, dengan menggunakan tissue). Atau menulis pesan rahasia dengan air perasa jeruk nipis. Atau menapa balon dapat mengembang sendiri tanpa ditiup. Gunakan bahan-bahan di sekitar Anda dan carilah inspirasi dari internet.

Membacakan buku

Membacakan buku pada anak, telah diketahui memiliki sangat banyak manfaat. Aktivitas ini dapat merangsang daya imajinasi anak, membantu menstimulasi otak anak, menambah kosakata anak, sekaligus menciptakan momen berkualitas antara orangtua dengan anak. Pemilihan buku yang memiliki pesan moral tinggi juga dapat membantu anak mengembangkan rasa empatinya.

Board game

Tentu saja, bermain! Karena bermain adalah pekerjaan anak-anak. Anak perempuan Anda mungkin akan mengajak Anda bermain boneka atau congklak atau bola bekel. Bersiap-siaplah bermain perang-perangan atau bermain bola, saat anak laki-laki Anda memanggil. Namun anak-anak memiliki energi yang tidak terbatas. Saat Anda merasa kelelahan, cobalah tawarkan mereka permainan papan atau board game seperti monopoli, ular tangga, atau scrabble. Mungkin Anda dapat sedikit bernafas lega.

Memasak

Mereka dapat membantu menyiapkan makanan dan memasak. Selain mengajarkan anak mengeksplorasi bahan-bahan di dapur, memasak juga dapat mengembangkan keterampilan motorik halus, koordinasi mata, dan bahkan konsep awal matematika dan sains. Mereka juga akan belajar mengonsumsi sayuran yang mereka siapkan sendiri. Biarkan anak memilih makanan apa yang akan mereka buat. Atau Anda dapat memilihkan resep dengan bahan-bahan yang sudah ada. Saat ini beragam resep dapat Anda pilih di internet. (ntdindonesia/averiani)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI