Beberapa alasan yang kerap diajukan agar berhenti merokok umumnya berbicara seputar dampak terhadap kesehatan dan pengeluaran biaya pengobatan yang tidak perlu. Namun, bukan hanya Anda yang menderita akibat kebiasaan buruk ini. Orang di sekitar Anda dan lingkungan juga harus menghadapi konsekuensi negatif akibat rokok.
Kerusakan lingkungan
Bekas puntung rokok yang terbawa dalam saluran pembuangan akan berakhir di selokan dan sungai. Unsur-unsur seperti nikotin, logam, dan residu pestisida akan diserap oleh ekosistem perairan. Zat-zat beracun ini sangat berbahaya bagi ikan, mikroorganisme dan margasatwa laut lainnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan bahan kimia dalam satu puntung rokok yang larut dalam 1 lt air selama 24 jam melepaskan cukup banyak racun berbahaya yang dapat membunuh sekitar setengah dari ekosistem air asin dan air tawar yang terpapar selama 96 jam, ”seperti dilansir Breazy.
Sebuah studi lain mengamati bagaimana sampah jalanan mempengaruhi tanah dan ditemukan bahwa kadar hidrokarbon yang terkandung pada tanah mirip dengan puntung rokok, yang berarti bahwa bahan kimia berbahaya dalam rokok kini telah menjadi bagian dari tanah.
Bukan hanya puntung rokok yang merusak lingkungan. Filter rokok, korek api, dan kemasan pembungkus juga merupakan populasi terbanyak dalam komponen sampah jalan. Tembakau mengeluarkan sekitar 1.312.796 pon bahan kimia beracun pada tahun 2015, termasuk bahan-bahan seperti asam sulfat, amonia, dan senyawa nitrat. Untuk menghasilkan rokok, butuh deforestasi sebidang area yang luas, yang mana berdampak pada ketidakseimbangan lingkungan sekitar.
Dampak buruk bagi orang lain
Asap rokok bisa menjadi sangat berbahaya bagi orang-orang di sekitar Anda. Orang dewasa yang terpapar asap rokok berisiko terkena penyakit jantung 30% lebih besar dan bahkan stroke. Disamping itu juga bisa memicu penyakit pernapasan dan asma. Mengonsumsi asap rokok juga dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang yang memiliki riwayat darah tinggi. Anak-anak bahkan lebih parah terkena dampak asap rokok.
“Bayi yang menghirup asap rokok memiliki kemungkinan lebih besar meninggal akibat Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Anak-anak yang terpapar asap rokok pasif memiliki risiko lebih besar terkena infeksi paru-paru, seperti bronkitis dan pneumonia. Mereka juga mudah mengalami batuk kronis, mengi dan masalah pernapasan. Anak-anak yang terpapar asap rokok pasif lebih rentan terkena asma, ”menurut Health Link BC.
Anak-anak juga bisa menderita infeksi telinga. Dan seiring pertumbuhan, mereka mungkin berisiko menderita tumor otak. Wanita yang menghirup asap rokok saat hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat dibawah rata-rata. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa asap rokok menyumbang sekitar 65.000 kematian pada anak-anak setiap tahunnya. Organisasi itu telah mengidentifikasi lebih dari 7.000 senyawa kimia dalam asap tembakau, 250 di antaranya telah dianggap berbahaya bagi manusia, sementara 69 di antaranya bersifat kanker. (visiontimes/may)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

