Pangsit disukai semua orang, disajikan dalam beragam hidangan di negara dan wilayah berbeda. Ada ravioli Italia, pierogis Polandia, gyoza Jepang, dan Anda akan menemukan lebih banyak variasi jika Anda melihat berbagai masakan di seluruh dunia. Tentunya, Anda akan menemukan resep pangsit, baik dengan cara dimasak, dikukus, atau digoreng. Pangsit ternyata hampir setua peradaban manusia itu sendiri. Bahkan pangsit juga disebut dalam literatur Romawi.
Mengingat usianya, pangsit tentu saja memiliki variasi berbeda. Mereka diberi nama berdasarkan cara masaknya: pangsit rebus, pangsit kukus, dan pangsit goreng. Ketiga sajian tersebut lezat dengan caranya sendiri. Tergantung kesukaan Anda yang menurut Anda terbaik. Ada juga pangsit telur, di mana bungkusnya terbuat dari telur.
Tapi dari semua pangsit di dunia, jiaozi Tiongkok mungkin yang tertua. Sangat tua usianya sehingga mungkin adalah “ibu” dari semua pangsit.
Sejarah Pangsit
Selama 1.800 tahun, pangsit Tiongkok telah memuaskan rasa lapar, tetapi bukan itu saja. Awalnya, berdasarkan legenda populer, jiaozi dibuat sebagai obat untuk mengatasi epidemi yang melanda sebuah desa di Tiongkok. Menurut alkisah, praktisi pengobatan tradisional Tiongkok Zhang Zhongjing kembali ke desa leluhurnya dan menemukan penduduk di desanya terserang penyakit.
Saat itu musim dingin dan orang-orang tidak memiliki cukup pakaian hangat untuk melindungi tubuh dari hawa dingin, yang menyebabkan radang dingin di telinga mereka. Melihat bagaimana penyakit ini dengan cepat menjadi epidemi, Zhang bangkit untuk bertindak dan menciptakan obat.
Apa yang dia lakukan adalah mencampur daging kambing dengan cabai dan beberapa rempah. Kemudian, dia membagi campuran menjadi beberapa isian dan memasukkan isian ke dalam adonan kecil berbentuk telinga yang kemudian direbus.
Zhang memberikan setiap pasien dua “telinga” dan semangkuk sup panas. Untungnya, penyakit itu dapat dikendalikan; penduduk desa segera pulih dari radang dingin. Selain itu, mereka menyukai resep Zhang dan segera menirunya. Sama halnya dengan jiao’er (yang artinya, telinga yang lembut), makanan pembuka itu dinamakan jiaozi.
Teori lain menunjukkan bahwa jiaozi adalah ide yang diimpor dari Asia Barat. Namun dari mana pun asalnya, jiaozi akan selalu menjadi simbol kebahagiaan dan kemakmuran di Tiongkok. Pada malam menjelang Tahun Baru Imlek di Tiongkok, orang-orang memakan pangsit antara pukul 11 malam dan 1 pagi. Cukup pas, periode transisi antara tahun lama dan tahun baru ini disebut jiaozi oleh orang Tionghoa.
Cara Membuat Pangsit Peking
Sebagai bonus, mari akhiri ini dengan resep pangsit babi (boleh diganti daging ayam campur udang) yang terinspirasi oleh bebek Peking, hidangan populer lainnya di Tiongkok. Dilansir dari Food52, resep lezat ini akan mengisi perut Anda dengan kebahagiaan di rumah.
Bahan-bahannya adalah daging babi suwir (boleh diganti daging ayam campur udang) 600 gram, tiga daun bawang yang diiris tipis, setengah cangkir saus hoisin, sedikit kecap, sedikit minyak wijen, biji wijen putih, 25 kulit pangsit.
Petunjuknya sederhana. Langkah pertama adalah mencampur daging babi, saus hoisin, kecap, daun bawang, taburan biji wijen, dan minyak wijen. Pastikan bahwa rasanya pas dan semuanya terlapisi dengan baik. Sebelum Anda melanjutkan, buat beberapa penyesuaian sesuai selera yang Anda inginkan.
Selanjutnya adalah mengambil kulit pangsit dan letakkan di atas piring. Ambil sesendok isi dan letakkan di tengah kulit. Gulung tepian ke tengah sampai Anda membentuk dompet. Putar ujungnya dan tutup dengan air.
Setelah pangsit dibuat, Anda bisa merebus atau mengukusnya. Pangsit siap disajikan setelah kulitnya empuk.
Atau jika Anda lebih suka digoreng, tambahkan setengah cangkir air dan wajan besar dengan tutupnya. Tuang 1 – 2 sendok makan minyak ke wajan dan masak dengan api besar hingga minyak panas. Masukkan pangsit, sisi halus menghadap bawah, dan biarkan goreng selama beberapa menit hingga bagian bawah berubah menjadi cokelat keemasan. Tambahkan air, segera tutup wajan, dan biarkan selama 3 – 4 menit lagi. Buka tutupnya dan biarkan air tambahan menguap sebelum mematikan api.
Jangan lupa buat sausnya. Cukup campurkan kecap manis dan cuka anggur merah dengan takaran yang sama dan tambahkan beberapa biji wijen dan irisan bawang daun ke dalamnya. (eva/visiontimes)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
