Site icon NTD Indonesia

12 Cara Merubah Keberuntungan

Yes (Getty Images via Canva Pro)

Yes (Getty Images via Canva Pro)

Mengapa beberapa orang tampaknya memiliki semua keberuntungan, sementara yang lain tidak pernah bisa maju? Ketika kemalangan menumpuk satu demi satu, sulit untuk melihat jalan keluarnya.

Yang perlu diketahui semua orang adalah, melalui pikiran dan perilaku kita, kita dapat memperoleh keberuntungan dan menolak yang buruk.

Banyak orang sering mengandalkan hal-hal seperti mengubah nama mereka, menerapkan Feng Shui, dan menggunakan jimat keberuntungan, namun semua ini memiliki efek yang terbatas.

Namun, mengambil langkah-langkah untuk mengubah psikologi, perilaku, dan gaya hidup Anda dapat memiliki efek yang nyata dan bertahan lama yang akan memperbaiki nasib Anda dalam hidup dan pada saat yang sama memberikan ketenangan pikiran. Jika Anda mengalami serangkaian nasib buruk, Anda dapat menerapkan beberapa dari 12 praktik yang direkomendasikan ini untuk memperbaiki keberuntungan Anda.

1. Menerima takdir

Apa itu menerima takdir? Yaitu dengan tenang menerima tantangan dan kesulitan hidup. Hukum keseimbangan mengatur pasang surut kehidupan. Semakin rendah, semakin tinggi ia akan bangkit kembali. Ketika menghadapi nasib buruk dan kemalangan, daripada merasa putus asa, kewalahan, atau membuang waktu untuk melawannya, terimalah takdir. Melawannya hanya akan menunda nasib baik yang akan datang.

2. Menjaga pikiran

Semuanya adalah persepsi, yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Baik atau buruk bukan mutlak, karena segala sesuatunya terus berkembang dan berubah. Mengolah pikiran berarti menghilangkan keterikatan dan mengamati diri sejati seseorang. Dengan kata lain, jangan memaksakan apapun. Biarkan sifat asli Anda muncul.

3. Gunakan kesempatan

Seseorang harus memanfaatkan kesempatan ketika kesempatan itu datang. Peluang untuk mengubah situasi Anda datang dengan cepat dan sering. Jangan lewatkan mereka! Yang terpenting adalah apa yang berhubungan dengan hati dan pikiran.

Kesulitan membawa kesempatan untuk pengalaman, pengamatan, dan pertumbuhan spiritual. Aktivitas semacam ini menggunakan “frekuensi gelombang ultra-rendah” otak, yang mengirimkan panggilan sejati seseorang untuk berubah.

Gelombang otak ini bekerja dua arah, pastinya. Jika seseorang tidak melepaskan pikiran negatif dan terus memikirkan betapa tidak beruntungnya dia, kemalangan akan terus muncul. Ketika seseorang dapat menata pemikirannya, hal itu bisa menumbuhkan tren positif.

Meskipun sulit untuk mengubah pemikiran seseorang sekaligus, seseorang dapat memulainya dengan langkah-langkah kecil, seperti, “ini ujian; ke depan pasti akan ada keberuntungan.” Pesan ini saja dapat membantu memperbaiki sikap seseorang; dan ketika pesan itu datang dari hati, ia terhubung dengan dunia spiritual, di mana keajaiban bisa terjadi.

4. Kemurahan hati

Sebuah pepatah kuno di Tiongkok mengatakan, “Berdermalah untuk menghindari bencana” (破財免災 Pò cái miǎn zāi). Secara tradisional diyakini, “Karena kemiskinan atau kemakmuran telah ditentukan sebelumnya oleh para dewa, adalah sia-sia untuk mencoba mengalahkan rencana Langit.”

Memandang hambar kekayaan, dan belajar berderma dapat membawa hasil positif yang cepat. Seperti kata pepatah, “tidak ada kerugian, tidak ada keuntungan (不失不得 bù shī bù dé).” Hal ini tidak hanya berlaku untuk uang, tetapi juga untuk waktu dan perhatian Anda, atau apa pun yang Anda hargai.

Ketika Anda dapat melepaskan sesuatu, Anda telah menunjukkan bahwa hati Anda berada di tempat yang tepat dan hal-hal baik akan datang kepada Anda. Jika Anda merasa tidak beruntung, cobalah memberikan sejumlah uang untuk amal, membantu seseorang yang membutuhkan, atau membelikan seseorang hadiah.

5. Pakaian

Beberapa orang menyukai pakaian dan gaun mewah untuk mendapatkan perhatian dan kekaguman orang lain. Tetapi mengenakan pakaian dan perhiasan mahal tidak menarik keberuntungan, justru sebaliknya.

Secara alami, seseorang harus menghindari berpakaian terlalu seksi atau tidak rapi, karena itu akan menarik roh-roh yin (hantu) negatif yang membawa ketidakberuntungan. Di saat-saat baik dan buruk, seseorang tidak boleh mencolok atau vulgar, berpakaian sopan dan pantas, dan selalu mempertahankan perilaku yang benar.

6. Pilih kata-kata Anda dengan bijak

Sebuah pepatah Tiongkok mengatakan, “kesengsaraan dan berkah disebabkan oleh diri sendiri.” (禍福自招 Huò fú zì zhāo). Banyak orang merasa jauh lebih mudah untuk berbicara daripada bertindak, yang dapat membawa kemalangan yang tak terbatas.

Seseorang yang kurang beruntung lebih cenderung mengeluh dan mengatakan hal-hal yang tidak benar, sehingga menambah masalah. Pepatah “berbicara adalah perak, diam adalah emas,” memberitahu kita untuk menahan lidah kita lebih sering daripada tidak, tetapi banyak orang merasa ini sulit. Cobalah untuk mengingat “Seribu kata tidak sebaik saat diam,” ketika Anda tergoda untuk membuka mulut.

7. Tenangkan pikiran

Orang bijak Tiongkok sering menasihati mereka yang kurang beruntung untuk tinggal di rumah dan menghindari masalah. Meskipun hal ini hampir tidak mungkin dengan berbagai tanggung jawab yang diemban seseorang dalam hidup, menghindari aktivitas yang tidak perlu selama waktu ini akan mengurangi kemungkinan kemalangan lebih lanjut.

Sama seperti seseorang harus memperhatikan apa yang dikatakannya, ia juga harus memperhatikan apa yang dilakukannya. Berbuat tidak benar akan menarik energi dan roh negatif. Pola hidup sederhana dan sehat menenangkan pikiran dan membersihkan tubuh.

8. Pola makan yang bersih

Orang sering beralih ke minum atau makan berlebihan ketika menghadapi masa-masa sulit, tetapi ini tidak akan pernah menyelesaikan masalah hidup. Menjaga pola makan yang sehat sederhana membantu menenangkan pikiran. Pikiran yang tenang dan damai akan memiliki lebih sedikit keinginan dan pikiran yang lebih murni, sementara pola makan ringan juga akan membersihkan tubuh.

Ketika pikiran dan tubuh sama-sama murni, seseorang akan menjadi rasional dan sehat, dan lebih mampu menahan godaan. Meskipun tidak perlu melakukan diet yang terlalu ketat, masuk akal untuk mengikuti saran diet dari Michael Pollan, penulis buku terlaris “The Omnivore’s Dilemma:”

Ketika ditanya apa yang harus dimakan di era menjamurnya makanan kaleng dan makanan olahan yang diproses secara kimia, dan diubah secara genetik, Pollen menasihati kita: ”Makan makanan, jangan terlalu banyak, terutama yang diproses.” Membuat pilihan yang baik dalam pola makan Anda akan memperbaiki karakter Anda dengan mendorong moderasi dan keseimbangan, yang masing-masing membawa manfaatnya sendiri.

9. Melangkah mundur

Sangat mudah untuk menjadi agresif ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan. Di sini sangat penting untuk menjaga perspektif yang tepat akan masalah tersebut. Mengambil langkah mundur, dan mencoba melihat sesuatu melalui mata orang lain membantu kita melihat gambaran besarnya.

Menjadi agresif dan berkelahi hanya akan membawa lebih banyak masalah, jadi penting untuk mengingat prinsip pembalasan karma.  Jika anda berutang pada orang lain di kehidupan sebelumnya, mereka akan menagih hutang. Setelah hutang dibayar, karma terhapus.

Bahkan jika pihak lain memang telah merugikan Anda, akan ada pembalasan sesuai dengan hukum alam yaitu sebab akibat, jadi tidak perlu bagi manusia untuk terlalu khawatir.

10. Daya Tahan

Pepatah Tiongkok kuno menyarankan, “Tahanlah sesaat kemarahan dan selesaikan seratus kekhawatiran” (忍一時之氣,解百日之憂 rěn yīshí zhī qì, jiě bǎi rì zhī yōu) Dalam keadaan sulit jika Anda ingat bahwa semua hal-hal akan berlalu, Anda akan dapat bertahan dengan seimbang.

Pengendalian diri adalah sebuah bentuk pelatihan. Jika seseorang dapat menanggung penderitaan yang tidak dapat ditanggung oleh orang lain, dan menanggung rasa sakit yang tidak dapat ditanggung oleh orang lain, ia akan dapat mencapai tingkatan yang tidak dapat dicapai oleh orang lain.

Penting untuk dicatat bahwa daya tahan bukan sekedar menahan amarah; tapi juga melibatkan penerimaan keadaan secara sadar dan mengakui ketika seseorang melakukan kesalahan tanpa membenci orang lain.

11. Kerentanan

Saat peruntungan kita sedang turun, akan selalu ada pihak yang menghina atau menyinggung kita, baik sengaja maupun tidak. Cara terbaik untuk menangani hal ini adalah dengan mengambil sikap tunduk.  Percaya bahwa yang lembut dapat mengalahkan yang keras, dan yang lemah dapat mengalahkan yang kuat. Jika, saat menghadapi lawan yang ganas, Anda dapat melembutkan hati, tetap tenang dan menghindari kemarahan, Anda mungkin melihat situasi dengan cepat berbalik.

12. Tidak mencari apapun

Sebuah puisi Tiongkok yang populer berbunyi seperti ini:

Jangan berdoa untuk sesuatu ketika keberuntungan tidak ada

Ketika waktunya tepat, Anda akan mendapatkan hak Anda

Jika berdoa untuk uang membuahkan hasil

Dunia akan bebas dari pengemis

Di saat kemalangan datang, hal yang harus dilakukan adalah mengatupkan gigi dan bertekad untuk melewati masa-masa sulit. Meminta hal-hal duniawi kepada Dewa dan Buddha adalah pemborosan energi yang bodoh.

Mintalah mereka lebih memperkuat tekad Anda, karena semua kemuliaan dan kekayaan Anda berasal dari kebajikan Anda sendiri. Keberuntungan dan berkah hasil dari akumulasi jasa.

Jika Anda dapat menjaga pikiran dan tindakan lurus, mempertahankan sikap yang seimbang dan damai, dan menerima bagian kemalangan Anda sebagai pembayaran yang adil dari hutang karma, Anda akan segera mengalami berkah yang layak Anda dapatkan! (eva/visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI