Hidup itu sulit, dan terkadang kita melakukan tindakan yang kita sesali. Ada seorang kanselir besar yang terkenal dimasa Dinasti Song Tiongkok bernama Kou Zhun, yang meninggalkan artikel singkat namun legendaris yang menjelaskan tentang enam jenis penyesalan.
Panjangnya hanya 42 karakter tetapi memiliki pengaruh besar pada orang-orang sejak saat itu. Faktanya, seorang menteri terkenal dari Dinasti Qing bernama Zeng Guofan menganggap isi artikel tersebut sebagai etos pribadinya dan merekomendasikannya kepada orang lain untuk introspeksi diri.
1. Melakukan Hal-hal Tercela saat Berkuasa
Mereka yang berkuasa seharusnya melayani orang lain bukan diri mereka sendiri. Banyak orang yang memasuki posisi pimpinan atau jabatan yang lebih tinggi memiliki standar moral yang baik di awal karir mereka, tetapi begitu mereka gagal menahan godaan dan tersesat, mereka menghadapi akhir yang menyedihkan. Ketika skandal mereka terungkap, sudah terlambat bagi orang tersebut untuk menebus kesalahannya, dan mereka akan dipenuhi dengan penyesalan.
2. Boros saat Kaya
Setelah mengalami kemiskinan, ketika seseorang menjadi kaya seringkali lupa untuk berhemat dan malah hidup dengan boros. Tetapi ketika kekayaan mereka habis, mereka menyesal karena mereka duduk di rumah kosong mereka. Orang bijak harus mempraktikkan pengelolaan keuangan dengan mempertimbangkan hari-hari tidak beruntung, serta rajin dan hemat agar keluarganya sejahtera. Jika tidak, mereka akan menghabiskan harta mereka dalam waktu singkat.
3. Tidak ada Keterampilan yang Dipelajari Saat Muda
Orang harus mempelajari suatu keterampilan saat mereka masih muda; jika tidak, mereka akan menyesal di masa tua mereka. Banyak remaja hidup tanpa arah dan ketika mereka mencapai usia paruh baya, mereka akan menemukan bahwa mereka tidak ahli dalam apa pun dan tidak akan dapat mencapai apa pun yang berharga. Keterampilan yang baik yang dipelajari di usia muda dapat membuat perbedaan besar di kemudian hari.
4. Tidak Belajar dari Pengalaman
Tidak ada orang yang sempurna dan tanpa kesalahan. Melakukan kesalahan adalah manusiawi, dan memperbaiki kesalahan adalah kebajikan. Ketika anda belajar dari dan mengingat sebuah pengalaman, kebijaksanaan anda tumbuh. Tetapi jika anda tidak mendapatkan pelajaran dari kesalahan anda, anda akan terus jatuh ke dalam kesalahan yang sama, menunjukkan kebodohan anda dan anda akan menyesal.
5. Melakukan Kebodohan Ketika Mabuk
Alkohol membuat orang kehilangan kesadaran sejatinya, sudah banyak kasus orang tidak dapat mengendalikan emosi dan amarahnya ketika mabuk, sehingga mereka berbicara dan berperilaku liar. Kadang-kadang mereka mengatakan atau melakukan hal-hal yang melampaui batas, yang membuat mereka menyesal keesokan harinya. Yang paling berbahaya dalah mengemudikan kendaraan ketika mabuk, yang bisa menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa.
6. Mengabaikan Tubuh Ketika Sehat
Ketika sehat, jika orang gagal menjaga kesehatannya, maka penyakit dapat menyerang seperti badai yang tiba-tiba. Orang harus berhati-hati bekerja lembur karena bisa menguras tenaga. Tidak ada gunanya mendapatkan uang dengan mengorbankan kesehatan anda, karena uang yang banyak tidak dapat memulihkan kesehatan anda ke kondisi semula. Dan begitu uang anda habis dan kesehatan anda tidak membaik, anda akan hidup dengan penyesalan.
Kesimpulan
Hidup ini penuh dengan penyesalan, seperti cinta sejati yang ditinggalkan, pekerjaan yang dilepas atau pendidikan yang tidak diselesaikan. Untuk menghindari penyesalan seperti itu, anda harus belajar dari pengalaman anda dan bekerja lebih keras untuk memperbaiki masa depan anda. (visiontimes/bud/ch)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
