Site icon NTD Indonesia

Akhlak Baik Membantunya Lulus Ujian PNS

akhlak

(Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi)

Selama masa pemerintahan Kaisar Qianlong, Ping Chengxiu, seorang sarjana dari Nanhai, Provinsi Guangdong, sedang dalam perjalanan ke ibukota negara untuk menghadiri ujian pegawai negeri sipil di Kekaisaran.

Suatu malam langit mendung dengan gemuruh guntur. Saat hujan deras akan segera turun, ia berlari ke sebuah desa dengan tergesa-gesa. Ketika mereka sampai di sebuah rumah di dekat tepi desa, ia mengetuk pintu. Seorang wanita muda membuka pintu. Melihat yang membuka adalah seorang wanita muda sendirian, Ping Chungxiu menyampaikan hormat dengan kepalan tangan dan membungkuk cepat dan berkata, “Maaf sudah mengganggu anda. Maaf sudah mengganggu anda.” Ia lalu pergi dari tempat itu.

Hujan mulai turun dan gemuruh guntur saling sahut menyahut. Ketika ia tiba di sebuah rumah di tengah desa, ia mengetuk pintu. Ketika seorang wanita muda yang sudah menikah membukakan pintu, Ping Chengxiu menyampaikan hormat dengan kepalan tangan, membungkuk dan berkata lagi, Maaf sudah mengganggu anda. Maaf sudah mengganggu anda.” Ia lalu juga pergi dari tempat itu.

Hujan semakin deras dan kini ia sudah basah kuyup. Ketika ia berlari ke sebuah rumah di dekat ujung desa, ia mengetuk pintu. Seorang nenek membuka pintu. Ping Chengxiu membungkuk dan berkata: “Saya akan pergi ke ibukota negara untuk menghadiri ujian pegawai negeri kekaisaran, bolehkah saya menginap malam ini di rumahmu?”

Nenek itu berkata, “Cepatlah masuk dan ganti pakaian basahmu. Aku akan membuatkan teh jahe panas untukmu.”

Setelah ia selesai minum teh jahe, nenek itu berkata, “Kamu akan menghadiri ujian pegawai negeri kekaisaran. Apakah kamu siap untuk itu? Kaisar Qianlong memiliki pengetahuan yang tinggi dan ujian istana sangat sulit. Bagaimana kalau aku membacakan puisi dan anda mencari pasangan bait tersebut? “

Ping Chengxiu berkata: “Silakan.”

Nenek itu berkata: “Sekam kuning, nasi putih, serbuk beras seperti es.”

Ping Chengxiu berpikir dan berpikir lagi untuk mencari pasangan bait pada baris kedua. Sekam, nasi putih dan serbuk beras semuanya berasal dari hal yang sama; tetapi mereka memiliki bentuk dan warna yang berbeda. Bagaimana saya memasangkannya? Dia terus menggaruk kepalanya, tetapi tidak bisa menemukan jawabannya. Pada hari berikutnya ketika dia akan pergi, dia masih belum bisa memberikan jawaban.

Nenek itu berkata, “Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa membuat pasangannya. Tunggu sampai kamu selesai ujian, kamu akan mendapatkan jawabannya.”

Setelah berhasil lulus ujian awal, Ping Chengxiu dipanggil untuk ikut serta dalam ujian selanjutnya di istana. Kaisar Qianlong memberikan setengah bagian atas bait puisi:

“Kaisar Giok memimpin pasukan
Gendang seperti guntur
Bendera seperti awan
Tetesan hujan seperti panah
Pisau seperti angin
Langit mengatur siasat.”

Sementara kandidat lain berpikir keras dan tidak tahu harus menjawab apa, Ping Chengxiu meletakkan kuas tulisnya di topi dan memandang kaisar dengan penuh percaya diri.

Kaisar Qianlong berkata: “Orang yang meletakkan kuas tulisnya di topi adalah orang yang berhasil menyelesaikan ujian pertama tahun ini!”

Ping Chengxiu menjawab:

“Raja naga mengadakan Pesta
Makanan lezat dari pegunungan
Minuman memabukkan dari laut
Lilin seperti bulan
Cahaya seperti bintang
Bumi sebagai fondasi.”

Kaisar Qianlong bertepuk tangan dan tertawa keras: “Pasangan bait yang bagus!

Nah, Coba yang ini untuk Anda cocokkan:

“Batubara hitam, api merah, abu seperti salju.”

Ping Chengxiu langsung mengingat bait wanita tua itu dan merasa sangat bersyukur. Tanpa berpikir panjang, dia menjawab:

“Sekam kuning, nasi putih, serbuk beras seperti es.”

Kaisar Qianlong memujinya: “Anda benar-benar piawai.”

Ia akhirnya lulus. Sebelum ia diangkat jadi pegawai negeri, Ping Chengxiu pulang kampung untuk mengunjungi orangtuanya. Dalam perjalanan pulang, dia mencari rumah wanita tua yang memberinya setengah dari bait puisi. Namun dia tidak bisa menemukannya.

Ternyata wanita tua itu adalah Bodhisattva Avalokitesvara (Dewi Belas Kasih). Bodhisattva Avalokitesvara melihat karakter mulia Ping Chengxiu yang tetap menjaga akhlak ketika bertemu wanita muda yang cantik dan menggoda, dengan demikian membantunya berhasil lulus ujian menjadi pegawai negeri kekaisaran.

Ping Chengxiu mempunyai akhlak yang baik. Ada pepatah lama: “Tidak pantas bagi pria dan wanita yang belum menikah untuk saling bersentuhan.” “Kitab Ritus” menganggap ini sebagai cara untuk mencegah orang melakukan tindakan amoral. Ini mengungkapkan bahwa pria dan wanita harus menghindari “kesempatan” di antara mereka dan orang-orang perlu mematuhi aturan dan hukum sosial.

Beberapa orang mungkin mengatakan apa yang Ping Pingxiu temui hanyalah hal sepele. Tetapi mereka hampir tidak menyadari bahwa bahkan “hal sepele” memanifestasikan moral dan integritas pribadi seseorang. Jika seseorang tidak dapat menangani hal kecil, bagaimana ia dapat menangani dengan baik dalam hal yang besar? Seseorang harus ketat dengan dirinya sendiri dan menjalani kehidupan yang jujur sepanjang waktu. Kalau tidak, bagaimana seseorang bisa berperilaku baik pada saat yang kritis?

Hanya seorang manusia dengan karakter moral agung yang bisa menjadi orang yang luar biasa dengan tanggung jawab besar. Setelah Ping Chengxiu menjadi pejabat, bakat, integritas dan kebajikannya semakin terkenal. Semua orang memujinya. Dia menjabat di Kementerian Pengangkatan Sipil dan Inspektur Pendidikan Provinsi Zuizhou yang bertanggung jawab atas Akademi Yuexiu dan Yuehua. (pureinsight/ron/ch)

Lebih banyak artikel Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI