Budaya

Bencana Tidak Pernah Menimpa Orang yang Baik Hati

Bencana Tidak Pernah Menimpa Orang yang Baik Hati (Foto milik Data Terbuka Museum Istana Nasional)
Bencana Tidak Pernah Menimpa Orang yang Baik Hati (Foto milik Data Terbuka Museum Istana Nasional)

Dahulu kala, ada seorang pria yang hidup dalam kemiskinan tetapi memiliki moralitas yang sangat tinggi dan tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk terhadap orang lain atau melawan hukum. Ia bekerja sebagai seorang pelayan seorang pengusaha.

Pengusaha ini bersama rekan-rekannya membawa lelaki itu ketika mereka mencari harta karun di dasar laut. Setelah mereka menemukan harta karun, mereka kembali pulang ke rumah. Namun di tengah perjalanan pulang, entah kenapa, kapal mereka tiba-tiba berhenti.

Tidak peduli seberapa keras mereka mencoba mendayung, kapal itu tetap tidak bergerak satu inci pun. Para pengusaha menjadi ketakutan dan berpikir bahwa mereka telah membuat Dewa Laut menjadi marah karena telah mengambil harta karun di lautnya dan menghukum mereka.

Karena itu, mereka dengan panik berlutut untuk memohon ampunan kepada Dewa Laut, bertobat atas dosa-dosa mereka dan meminta agar dia mengembalikan mereka ke rumah.

Perhentian kapal itu memang karena Dewa Laut. Dia ingin kapal itu tenggelam ke dasar laut, tetapi dia melihat ada seorang pria baik hati di kapal yang seharusnya tidak terluka.

Dewa Laut memikirkannya selama tujuh hari dan akhirnya menemukan ide yang bagus. Dia berpikir, “Biarkan saya menguji para pengusaha ini! Jika mereka lulus ujian, saya akan membiarkan mereka pulang; dan kalau tidak, saya akan menghukum mereka dan membiarkan orang baik itu pulang sendirian.”

Kapal itu mengapung di laut selama tujuh hari, tidak bergerak sama sekali. Semua pengusaha menjadi sangat khawatir. Pada hari ketujuh, seorang pengusaha bermimpi di mana Dewa Laut berkata kepadanya, “Jika ada yang bisa mengorbankan diri, satu orang saja, saya akan membiarkan anda pulang.”

Setelah pengusaha itu bangun, dia menceritakan mimpi itu kepada semua yang lain. Kemudian semua pengusaha diam-diam berdiskusi untuk membuang orang miskin itu ke laut, sehingga mereka memberinya sebuah rakit kecil.

Mereka juga menaruh beberapa makanan dan minuman di atas rakit, dan kemudian mereka membiarkan orang miskin itu hanyut. Para pengusaha dengan harta itu tinggal di kapal besar dan dengan senang hati berlayar pulang.

Dewa Laut menyaksikan ini dan membuat gelombang besar sehingga kapal besar itu segera terbalik, dan semua pengusaha tenggelam ke dasar laut. Selanjutnya, Dewa Laut meniupkan angin yang mendorong rakit kecil itu sampai ke pantai. Dengan demikian, pria miskin itu kembali ke rumah dengan selamat.(shenyunshop)

Foto milik Data Terbuka Museum Istana Nasional.

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI