Budaya

Bubur Beras Tonik Terbaik

Bubur tonik
Bubur. (flickr)

Masyarakat kuno di Timur sangat menggemari bubur, yang dianggap sebagai makanan terbaik untuk dikonsumsi manusia. Baik untuk pemulihan setelah sakit ataupun perawatan kesehatan sehari-hari, hidangan sederhana dan terjangkau ini merupakan terapi makanan yang mudah dan siapa pun mampu menyajikan dan memakannya demi memelihara kesehatan.

Beras putih dibedakan menjadi varietas berbiji panjang dan pendek. Beras berbiji pendek lebih cocok untuk bubur. Jenis ketan, bagaimanapun, tidak dianjurkan untuk bubur karena lengket.

Ketan sulit dicerna dan tidak dianjurkan untuk anak kecil dan orang lemah. Meskipun demikian, efek medisnya seperti menghangatkan perut, menghentikan diare, mengurangi buang air kecil dan berkeringat adalah pengecualian.

Menurut kearifan lokal, bubur ketan dapat menyembuhkan diare yang diakibatkan pencernaan yang lemah pada lansia serta keringat berlebih, baik itu setelah suatu masa sakit maupun secara umum. Menambahkan biji teratai dan buah jujube saat membuat bubur ketan bisa menyembuhkan buang air kecil yang berlebihan di malam hari.

Orang yang memiliki masalah perut sebaiknya memilih beras ketan berbiji pendek, yang lebih lembut, lebih mudah dicerna, dan mengurangi perut kembung.

Manfaat bubur ketan berbiji pendek

• Menyehatkan limpa dan perut serta mengisi kembali energi perut

• Memicu naiknya energi yin, meningkatkan aliran cairan, dan memelihara organ-organ utama

• Memicu keluarnya keringat dan detoksifikasi

• Memicu buang air kecil dan mengurangi edema

• Membantu obat mencapai kemanjurannya

Li Shizhen, tabib terkenal di era Dinasti Ming, menyarankan agar kacang gorgon (kacang gorgon adalah benih tanaman Makhana yang dapat dimakan) dimasak dengan beras ketan berbiji pendek. Bubur beras yang dibuat dengan cara ini dapat meningkatkan stamina, mempertajam mata dan telinga, melancarkan sirkulasi, menyehatkan organ utama, dan memperbaiki tekstur kulit.

Tabib hebat lainnya, Zhang Mu dari Dinasti Qing juga mengatakan bahwa orang yang terlalu lemah atau mereka yang sering diare dapat mengonsumsi bubur beras ketan untuk penyembuhan. Cara membuatnya adalah dengan memasukkan air dan beras ketan ke dalam periuk tanah. Saat sudah matang, ambil nasi yang sudah matang dan tambahkan lagi beras ketan ke dalam adonan untuk dimasak lagi sampai nasi baru matang dengan baik dan sarinya sangat kental. Bubur beras ketan yang dimasak dengan cara ini dikatakan dapat menambah kekuatan dan tenaga. 

Cara membuat bubur ketan yang enak

Penting untuk menguasai rasio antara beras ketan dan air dan memasukkan air secukupnya sekaligus. Menambahkan air setengahnya akan mengencerkan adonan dan mengurangi rasa lengket dan kekenyalannya. Secara umum perbandingan air dan beras adalah 15:1 untuk bubur kental dan 20:1 untuk bubur encer. Saat berencana memasaknya selama dua jam, rasionya disesuaikan masing-masing menjadi 20:1 dan 30:1.

Peralatan masaknya bisa dari bahan apa saja. Akan tetapi, disarankan menggunakan pot gerabah untuk menjaga kehangatan. Pot memanaskan biji-bijian secara merata dan konsisten serta membuat bubur menjadi lembut dan lengket. 

Waktu memasak 2 jam adalah waktu yang optimal karena memungkinkan semua biji-bijian menjadi lunak dan meleleh demi mendapatkan tekstur yang sempurna. (eva/visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI